Harta WNI di Singapura Rp 336 Triliun

557
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Harta Warga Negara Indonesia (WNI) yang disimpan di Singapura ternyata cukup besar. Harta yang terungkap dalam deklarasi pengampunan pajak atau tax amnesty saja mencapai Rp 336, 39 triliun.

Berdasarkan data perkembangan pengampunan pajak yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan di Jakarta per 26 September lalu, ada lima negara dengan deklarasi harta terbesar. Yakni Singapura, Kepulauan Cayman, Kepulauan Virgin Britania Raya, Australia, dan Hong Kong.

Harta wajib pajak yang dideklarasikan dalam program amnesti pajak pada negara-negara tersebut secara berurutan ialah Rp 336,39 triliun, Rp 47,89 triliun, Rp 26,83 triliun, Rp 17,85 triliun, dan Rp 15,65 triliun.

Lima besar negara dengan nilai dana repatriasi terbesar ialah Singapura dengan Rp 39,47 triliun, Kepulauan Cayman Britania Raya Rp 16,36 triliun, Hong Kong Rp 12,43 triliun. Kemudian dari Cina sebesar Rp 3,52 triliun, dan Kepulauan Virgin Britania Raya Rp 1,87 triliun.

Komposisi jenis harta yang direpatriasi, dideklarasi di luar negeri dan dalam negeri ialah investasi dan surat berharga sebesar Rp 587,84 triliun, kas dan setara kas Rp 586,01 triliun, tanah bangunan dan harta tak bergerak lainnya Rp 251,48 triliun, piutang dan persediaan Rp 217,23 triliun, dan logam mulia dan barang berharga atau barang bergerak lainnya Rp 64,28 triliun. Komposisi tersebut merupakan data per 25 September lalu.

Sementara di Kepri, jumlah wajib pajak (WP) mendaftar tax amnesty di hari terakhir periode pertama program tersebut membeludak, Jumat (30/9). Pantauan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Batam Utara, hingga pukul 11.00 WIB kemarin ada sekitar 300 WP yang antre sejak pelayanan dibuka pada pukul 08.00 WIB.

Kepala KPP Pratama Batam Utara, Hendriyan, mengaku sudah mengantisipasi situasi tersebut. “Memang hari ini peserta tax amnesty akan membeludak,” ujarnya.

Sesuai rekapan data hingga (30/9) pagi, peserta tax amnesty di kantor wilayah Riau-Kepri berjumlah 18.102 dengan uang tebusan melebihi Rp 1,5 triliun. Sementara khusus untuk Kepri, ada 10.735 WP yang ikut tax amnesty dengan uang tebusan Rp 890 miliar.

Hendriyan menambahkan, hal ini tidak terlepas dari dukungan banyak pihak yang telah mensosialisasikan tax amnesty di Kepri.

“Kami menggandeng Apindo dan pihak lainnya, terbukti sangat efektif dalam menhimbau masyarakat Kepri untuk ikut tax amnesty,” ungkapnya.

Mengantisipasi lonjakan antrian peserta, KPP Pratama Batam Utara sesuai arahan dari Direktorat Jendral Pajak, juga ikut membuka pelayanan tax amnesty hingga pukul 24.00 WIB. “Imbauan ini serentak dilaksanakan secara nasional,” ucap Hendriyan.

Selama pelaksanaan tax amnesty, khususnya di Batam, ia mengaku baik dari petugas pelayanan maupun peserta, semuanya berjalan baik dan lancar. “Kita menjalankan SOP yang berlaku, di mana identitas kepesertaan tax amnesty ini bersifat rahasia,” terangnya.

Dalam hal ini, pihaknya menyediakan ruangan khusus untuk pengisian data dan penyerahan kelengkapan dokumen yang berkaitan untuk tax amnesty. “Dalam ruangan tersebut, peserta dilarang membawa hape agar kerahasiaan tetap terjaga,” lanjut Hendriyan. (jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar