Kebakaran Hutan Menjalar ke Perumahan, Warga Ketakutan

503
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Dua hektar (ha) hutan lindung yang berada di Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur dan Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, ludes terbakar, Kamis (29/9) sekitar pukul 17.30 WIB. Diduga kebarakan hutan itu sengaja dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab untuk membuka lahan baru yang akan digunakan sebagai lokasi usaha pertanian.

Informasi di lapangan, hutan lindung yang terbakar di Kelurahan Teluk Sasah, Kecamatan Sri Kuala Lobam, membuat sejumlah warga Kampung Sukadamai ketakutan. Pasalnya, kobaran api menjalar sampai ke pemukiman warga. Beruntung, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Polsek Kecamatan Bintan Utara langsung sigap ke lokasi kejadian dan berhasil memadamkan api yang telah meludeskan hutan seluas satu hektar lebih itu.

“Kami sangat terkejut dan ketakutan. Api mulai membesar dan mau menuju ke kampung kami. Untung saja ada damkar yang memadamkannya,” ujar salah satu warga Kampung Sukadamai, Syahjarul ketika dikonfirmasi, kemarin.

Di tempat terpisah, kebakaran hutan juga melanda Kelurahan Gunung Lengkuas tepatnya di Kampung Lingkar Wacopek. Kebakaran yang dipicu dari pembakaran sampah itu menjalar hingga menghabiskan satu ha lebih lahan warga. Namun setengah jam kemudian kobaran api berhasil dipadamkan oleh Tim Damkar dan Polsek Kecamatan Bintan Timur.

“Api itu timbul dari pembakaran sampah. Karena angin kuat api membesar dan menjalar kemana-mana. Untung saja damkar cepat datang dan berhasil memadamkannya,” kata Lurah Gunung Lengkuas, Ivan Golar Riady.

Sementara, Kapolres Bintan, AKBP Febrianto Guntur Sunoto mengatakan kasus kebakaran hutan itu akan diselidiki oleh Tim Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Bintan. Penyelidikan ini akan melibatkan seluruh instansi terkait dari Perangkat RT/RW hingga kepolisian.

“Lagi diselidiki. Kami janji akan mengusut tuntas serta menindak tegas pelaku yang sengaja membakar lahan dan hutan untuk membuka lokasi usaha maupun lainnya,” tegasnya.

Dikatakannya, Kabupaten Bintan memiliki Tim Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan. Tim itu terdiri dari berbagai pihak instansi di lingkungan pemerintahan, TNI dan Polri. Khusus untuk penegakan hukumnya merupakan kewenangan polisi. Maka dari itu, kepolisian sedang melakukan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang terlibat kedalam kasus kebakaran tersebut.

Jikalau didapati kebakaran hutan dari faktor kesengajaan, kata dia, pelakunya akan ditindak dan diberikan sanksi hukuman pidana dengan ancaman kurungan 3-10 tahun penjara. Itu semua sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 39 tahun 2014 Pasal 108. Selain sanksi penjara, tambahnya, pelaku juga akan dikenakan denda biaya. Untuk pelakunya dari pihak perusahaan atau pelaku usaha akan dikenakan denda juga sebesar Rp 10 miliar dan perorangan dendanya Rp 3 miliar.

“Jadi sudah jelas. Pelaku yang sengaja membakar hutan akan kita tindak. Tapi kalau kebakaran itu disebabkan faktor alam maka kita hanya bisa mengantisipasi untuk langkah-langkah selanjutnya,” ungkap mantan Kasubden PJR Mabes Polri ini. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar