Mantan Wabup Natuna Kembalikan Uang yang Diduga Hasil Korupsi

988
Pesona Indonesia
Aspidsus Kejati Kepri Rahmat (2 dari kanan) memperlihatkan uang pengembalian korupsi Pembangunan Kebun Raya Batam di Kejati Kepri, Selasa (8/12/2015).  Kasus dugaan korupsi dana Bansos Batam juga tinggal menunggu penetapan tersangka. Foto: Yusnadi/Batam Pos
Aspidsus Kejati Kepri Rahmat (2 dari kanan) memperlihatkan uang pengembalian korupsi Pembangunan Kebun Raya Batam di Kejati Kepri, Selasa (8/12/2015). Tersangka kasus dugaan korupsi dana Bansos Natuna juga mengembalikan kerugian negara kepada Kejati Kepri. Foto: Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Mantan Wakil Bupati Kabupaten Natuna, Imalko, yang saat ini menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Badan Perjuangan Migas, Natuna, dikabarkan mengembalikan kerugian negara.

Informasi yang dihimpun, pengembalian uang yang diduga dinikmatinya tersebut dilakukan secara bertahap. Pertama, Imalko mengembalikan uang senilai Rp 170 juta, pada Selasa (27/9). Kedua, pada Rabu (28/9), senilai Rp 240 juta.

Asisten tindak pidana khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, N Rahmat, membenarkan adanya pengembalian uang yang dilakukan oleh matan Wabup Natuna tersebut. Namun, ia belum mengetahui besaran nominal uang yang dikembalikan tersebut.

“Iya kemarin yang bersangkutan ada mengembalikan uang. Nanti saya tanyakan ke staff saya berapa besaran uang yang dikembalikan,” ujar Rahmat, Jumat (30/9).

Dikatakan Rahmat, pengembalian kerugian negara yang dilakukan terdakwa merupakan niat baik darinya. Tujuan utamanya untuk memulihkan keuangan negara.

“Walaupun yang bersangkutan telah mengembalikan kerugian negara. Bukan berarti akan menghapus tindak pidana korupsi yang dilakukan dia. Namun, nantinya dapat dipertimbangkan dalam proses penuntutan di persidangan,”kata Rahmat.

Uang yang telah dikembalikan tersebut, jelas Rahmat, saat ini telah disimpan dalam rekening penampung dana sitaan di Bank BRI cabang Tanjungpinang.

“Dana itu dikembalikan ke negara setelah adanya putusan tetap dari Pengadilan yang menyidangkan perkara tersebut,”jelas Rahmat.

Seperti diketahui, Imalko,yang saat ini tengah menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang ditetapkan tersangka oleh penyidik Polda Kepri atas kasus korupsi dana hibah LSM BP Migas.

Imalko yang saat itu menjabat sebagai Wabup Natuna, juga menjadi pembina di LSM tersebut. Ia diduga ikut terlibat dalam korupsi tersebut, karena sebagian besar dana hibah itu di nikmatinya.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar