Tiga Kecamatan Minta Bagian Interkoneski Listrik Babin

1295
Pesona Indonesia
 Pegawai PT PLN sedang melintasi Kawasan GI Kijang yang menjadi pusat penyaluran interkoneksi listrik ke Bintan-Tanjungpinang, Jumat (30/9). Sumber kelistrikan yang menjadi percontohan se Indonesia dengan daya 180 MW itu belum dapat dirasakan masyarakat di tiga kecamatan terluar Kabupaten Bintan. Foto: Harry/Batampos
Pegawai PT PLN sedang melintasi Kawasan GI Kijang yang menjadi pusat penyaluran interkoneksi listrik ke Bintan-Tanjungpinang, Jumat (30/9). Sumber kelistrikan yang menjadi percontohan se Indonesia dengan daya 180 MW itu belum dapat dirasakan masyarakat di tiga kecamatan terluar Kabupaten Bintan. Foto: Harry/Batampos

batampos.co.id – Masyarakat Kabupaten Bintan yang berada di wilayah pesisir meminta kepada PT PLN untuk memperhatikan kondisi kelistrikan di tiga kecamatan terluar. Sebab, interkoneksi listrik Batam-Bintan (Babin) yang menjadi mega proyek program Presiden RI, Joko Widodo untuk menerangi Batam-Bintan-Tanjungpinang dengan daya 180 Mega Watt (MW) tak sampai menjalar ke wilayah kecamatan teluar.

Berdasarkan data dari PT PLN, interkoneksi listrik Babin dengan daya 180 MW itu akan disalurkan ke tujuh kecamatan di Kabupaten Bintan dan seluruh wilayah-wilayah di Tanjungpinang. Khusus di Kabupaten Bintan penyuplaian kelistrikan dilakukan ke Kecamatan Bintan Utara, Seri Kuala Lobam, Teluk Sebong, Toapaya, Teluk Bintan, Gunung Kijang dan Bintan Timur. Sedangkan kecamatan yang tak mendapatkan aliran listrik itu yaitu Kecamatan Mantang, Bintan Pesisir dan Tambelan.

“Untuk daerah Bintan saja memiliki 10 kecamatan. Tapi Interkoneksi listrik Babin yang berdaya 180 MW itu hanya menerangi tujuh kecamatan. Tiga kecamatan lagi nasibnya tak berubah sampai saat ini,” ujar Ketua Badan Pemberdayaan Desa (BPD) Mantang Lama, Makruf ketika dikonfirmasi, kemarin.

Kecamatan Mantang, Kata dia, memiliki empat desa diantaranya Desa Mantang Lama, Besar, Baru dan Dendun. Selama 20 tahun empat desa di kecamatan ini telah diterangi oleh mesin-mesin generator dari PT PLN. Namun penyuplaian listriknya hanya diberlakukan lima jam yaitu dari pukul 18.00-23-00 WIB.

Kelistrikan yang disuplai PT PLN selama itu, lanjutnya, membuat masyarakat dari empat desa kesusahaan sebab perkembangan usaha tak bisa berjalan lancar akibat terbatasnya kelistrikan. Akhirnya, 2014 lalu masyarakat menggesa PT PLN sehingga pertengah tahun itu perusahaan kelistrikan kepunyaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Cabang Tanjungpinang menambahkan jadwal penyuplaian listrik di Kecamatan Mantang. Semula hanya lima jam dialiri listrik sekarang menjadi 12 jam yaitu dari pukul 18.00-6.00 WIB.

“Kami bersyukur penambahan menjadi 12 jam. Tapi itu tetap tak mencukupi, sebab suplai listrik hanya berlaku dari magrib-pagi. Sedangkan siangnya listrik tak dialiri, sehingga banyak nelayan-nelayan dan pelaku usaha lainnya ngeluh,” katanya.

“Aktivitas itu banyak dilakukan siang hari bukannya malam. Jadi kami minta dengan adanya interkoneksi listrik Babin yang menjadi percontohan dari Sabang-Marauke bisa disuplai ke kecamatan terluar, khususnya Mantang,” bebernya.

Direktur Pemasaran Regional PT PLN se Sumatera, Amir Rosidin berjanji akan menyuplai kelistrikan hingga menjangkau ke pulau-pulau terluar yang ada di Kabupaten Bintan. Sebab, dalam program yang dicetuskan Presiden RI, Jokowi penyuplaian kelistrikan harus menjangkau keseluruh Indonesia dengan daya 35000 MW.

“Kami akan melakukan pengecekan ke wilayah-wilayah pesisir atau kecamatan terluar. Itu dilakukannya untuk mencari tau kondisi wilayah dengan sistem penyaluran listriknya,” katanya.

Interkoneksi listrik Babin dengan daya 180 MW itu memang sudah diresmikan bahkan menjadi percontohan di Indonesia. Namun diakuinya masih ada kekurangan-kekurangan lainnya. Salah satunya penyuplaian listrik ke wilayah pesisir atau kecamatan terluar.

Program kelistrikan se Indonesia dengan daya suplai 35000 MW itu tidak hanya sekedar melalui pembangun mega proyek interkoneksi listrik saja. Tetapi sumber-sumber kelistrikan yang akan disuplai untuk menerangi daera-daerah di 37 Provinsi itu juga akan dilakukan melalui mesin-mesin diesel. Khususnya untuk wilayah-wilayah yang sulit terjangkau dengan interkoneksi tersebut akan dialiri listrik dari 400 mesin diesel.

“Penyuplaian interkoneksi listrik Babin itu 150 MW. Tetapi daya yang tersedia mencapai 180 MW. Jadi masih ada 30 MW yang bisa kita salurkan secara temporer ke wilayah-wilayah pesisir atau kecamatan terluar,” sebutnya.

“Namun kalau sulit terjangkau akibat jaraknya sangat jauh. Maka wilayah itu akan kita tempatkan mesin-mesin diesel. Sehingga semua wilayah bisa merasakan adanya listrik dan tak akan ada namanya gelap gulita lagi,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar