Uji Coba Kantung Plastik Berbayar Berakhir

1851
Pesona Indonesia

tas kresekbatampos.co.id – Hari ini (1/10) Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) resmi menghentikan uji coba penerapan kantor plastik berbayar.

Itu artinya, konsumen tak lagi dibebankan biaya plastik tiap kali berbelanja.

Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) sangat menyayangkan langkah yang diambil Aprindo ini.

GIDKP menilai alasan mereka menyetop plastik berbayar lantaran belum adanya payung hukum dari pemerintah, tidak tepat.

“Seharusnya niat baik Aprindo untuk menyelamatkan lingkungan tak bergantung paksaan berupa peraturan dari pemerintah,” Direktur Eksekutif GIDKP, Tiza Mafira dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/1).

Tirza mengungkapkan, menurut laporan dari Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bandung, terdapat pengurangan kantong plastik sebesar 42 persen sejak diberlakukannya kantong plastik tidak gratis.

Hal serupa terjadi di Kota Balikpapan yang menyatakan pengurangan penggunaan kantong plastik sebesar 45 persen.

Sementara DKI Jakarta sedang menyiapkan peraturan mengenai kantong belanja ramah lingkungan, salah satunya akan melarang penggunaan kantong plastik.

“Ada bukti efektivitas, dan ada momentum yang semakin meningkat di masyarakat tentang kesadaran perlunya pengurangan kantong plastik. Dukungan Aprindo sangat penting dalam menjaga momentum tersebut, sehingga sayang sekali bila mereka hengkang dari komitmen,” sambung Koordinator Harian GIDKP, Rahyang Nusantara.

Seperti diketahui, sejak 22 Februari 2016 lalu, bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional, uji coba penerapan kantong plastik tidak gratis mengalami perkembangan cukup signifikan.

Dimulai dengan 22 kota dan 1 provinsi, penerapan uji coba kemudian diperluas cakupannya menjadi nasional.(ald/rmol/mam/JPG)

Respon Anda?

komentar