Hentikan Penjualan Organ Manusia

1361
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Bersamaan cara dilakukan untuk mengkampanyekan penghentian penjualan organ manusia yang hingga saat ini masih marak di berbagai belahan dunia.

Nah, di hari peringatan Hari Anti Pengambilan Paksa Organ Manusia International, Sabtu (1/10/2016),¬† Doctors Against Forced Organ Harvesting (DAFOH) mencoba menyadarkan berbagai kalangan dengan memutaran film dokumenter ‘Human Harvest’ yang mengungkapkan praktek pengambilan dan perdagangan organ dalam skala besar yang terjadi di Tiongkok.

Pemutaran film yang digelar di Hotel Gideon, Baloi, ini turut dihadiri puluhan tamu undangan dari berbagai profesi yang berbeda. Antara lain, mahasiswa, praktisi falun gong, awak media, dan lainnya.

“Film ini diputar untuk mengenang korban dari praktik pengambilan organ paksa di Tiongkok, yang diperkirakan juga masih terjadi hingga saat ini,” kata Praktisi Falun Gong perwakilan Kepulauan Riau, Raymond Tan, kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id), disela-sela acara pemutaran film, di ruang Barito, lantai 6, Hotel Gideon.

Pemutaran film berdurasi selama 52 menit ini merupakan kisah nyata yang menceritakan tentang tindak kejahatan kemanusiaan terbesar di dunia yang terjadi di Tiongkok.

Kasus besar ini berhasil diungkap dalam penyelidikan yang cukup lama oleh, David Matas, yang berprofesi sebagai pengacara HAM, dan juga menjabat sebagai delegasi Kanada untuk satuan tugas PBB bagian prosedur dan praktek keimigrasian. Ia dibantu David Kilgour, anggota parlemen Kanada, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Negara untuk Amerika Latin.

“Mereka berdua yang berhasil mengungkap kasus kejahatan ini, namun dengan waktu yang cukup lama. Berawal dari kecurigaan, lalu melakukan penyelidikan mendalam dan, akhirnya berhasil mempublikasikan kebenaran ini,” jelasnya.

Suasana nonton bareng film tentang pengambilan dan penjualan organ manusia di salah satu hotel di Batam, Sabtu (1/10/2016). Foto: dalil harahap/batampos
Suasana nonton bareng film tentang pengambilan dan penjualan organ manusia di salah satu hotel di Batam, Sabtu (1/10/2016). Foto: dalil harahap/batampos

Ia berharap, setelah film ini diputar, setiap orang bisa mengetahui kejadian sebenarnya yang terjadi di Tiongkok, dan bagi yang pernah melakukan cangkok organ tubuh di Tiongkok, agar segera berhenti melakukannya, karena pasti akan menambah korban jiwa yang lebih banyak lagi.

“Harapannya semua masyarakat, terkhususnya di Indonesia ikut mendukung dan menyerukan kepada seluruh dunia, untuk menghentikan tindak kejahatan penjualan organ yang terjadi di Tiongkok,” terangnya.

Dia menambahkan, selain pemutaran film, Dafoh juga menggelar dukungan  petisi dalam bentuk tandatangan untuk semua pihak yang dilakukan diseluruh negara, yang mendukung untuk menyuarakan hentikan penjualan organ yang terjadi di Tiongkok.

“Sudah terlalu banyak nyawa manusia yang tidak berdosa melayang begitu saja. Dan ini lah saatnya kita bersama-sama menyuarakan untuk menghentikan ini,” imbuhnya. (cr20)

Respon Anda?

komentar