APBD Perubahan Kepri Ditargetkan Disahkan Akhir Oktober

485
Pesona Indonesia
 Sirajudin Nur. foto:net
Sirajudin Nur. foto:net

batampos.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau, Sirajudin Nur berharap ke depannya, Pemerintah Provinsi Kepri bisa lebih sigap dan kerja maksimal dalam penyusunan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Karena menurutnya, hal itu juga bakal berpengaruh pada waktu pembahasan yang dipunyai anggota legislatif.

“Tolonglah kami ini diberi waktu yang cukup. Agar waktu pembahasan tidak singkat dan terkesan terburu-buru,” ungkapnya kemarin.

Tidak ada cara lain, sambung Sirajudin, untuk memberikan waktu yang leluasa dalam pembahasan APBD Perubahan ini perlu kesiapan dari jajaran Pemprov Kepri dalam merampungkan penyusunan dan pengajuan nota keuangan daerah. Dengan begitu jajaran anggota legislatif yang bertugas secara khusus bisa lebih berkonsentrasi memeriksa draf keuangan yang diajukan pemerintah tersebut.

“Kalau dalam waktu yang singkat, kami mengkhawatirkan malah terjadi kekeliruan-kekeliruan yang sebenarnya bisa dihindari,” ujar politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Hal ini turut diamini Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak. Waktu pembahasan yang cukup, kata dia, memang memberi keluasaan bagi anggota legislatif dalam membahasnya. Hanya saja, itu bukan satu-satunya faktor penentu.

“Dikasi waktu banyak kalau pun tak serius membahas juga bakal molor. Yang penting itu integritas dan punya pendapat-pendapat brilian. Saya yakin pembasahasan akan mantap,” kata Jumaga.

Soal pengesahan APBD Perubahan tahun ini, Jumaga menargetkan bisa segera dilakukan di minggu ketiga bulan ini. Menurutnya, itu target yang amat realistis. Karena kta tidak ada program baru yang diajukan.

“Sudah blok semua. Hanya tinggal mencocokkan mana-mana saja yang dirasionalisasikan,” pungkasnya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar