Cegah Anak Jadi Korban Kejahatan, Polri Usul Operator Sediakan Kartu Khusus Anak

441
Pesona Indonesia
Kampanye perlindungan anak dari aksi yang berbau pornografi atau pornoaksi. Foto: istimewa
Kampanye perlindungan anak dari aksi yang berbau pornografi atau pornoaksi. Foto: istimewa

batampos.co.id — Bareskrim memutar otak untuk bisa mencegah kejahatan seksual terjadi pada anak. Hasilnya, lembaga yang dipimpin Komjen Ari Dono Sukmanto tersebut mengusulkan adanya kartu telepon khusus anak pada semua provider di Indonesia.

Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto menjelaskan, pengawasan orang tua untuk penggunaan gadget seharusnya dibantu oleh provider telekomunikasi di Indonesia. Sebab, awalnya memang bermula dari internet yang merupakan layanan provider.

”Karena itu, Bareskrim mengusulkan untuk membuat kasus telepon khusus anak,” tuturnya.

Harapannya, kartu telepon khusus anak ini bisa mencegah secara total akses terhadap konten porno, baik situs dan aplikasi. Sehingga, tidak lagi terjadi kebocoran seperti saat menggunakan aplikasi pemblokir konten dewasa. ”Ya, biar jauh lebih aman,” terangnya.

Bahkan, kalau bisa layanan internet dalam kartu khusus anak itu hanya bisa membuka situs-situs pendidikan. Dengan begitu, maka orang tua pasti akan sangat terbantu.

”Saya usulkan ini ke semua provider,” paparnya ditemui di acara deklarasi kampanye save our child on the internet di car free day jalan Thamrin, Jakarta, Minggu (2/10/2016).

Dengan kartu khusus anak itu, penegak hukum juga bisa terbantu. Bila, ada anak yang menjadi korban kejahatan seksual karena bermula dari internet, bisa langsung dicek apakah kartunya teleponnya khusus atau tidak.

”Kalau tidak, tentu kami akan jerat pelaku yang menjual kartu telepon itu sembarangan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, orang jahat sudah menularkan kejahatannya di internet yang mengancam anak. Tidak bisa lagi, kita acuh dan lengah terhadap masalah tersebut. Makanya, semua daya dan upaya untuk melindungi anak harus dilakukan. ”Maka, provider juga harus terlibat,” tegasnya.

Penegakan hukum juga akan ditingkatkan untuk melindungi anak-anak dari kejahatan seksual dan lainnya. Dia menjelaskan, pasal berlapis untuk memberatkan hukuman pada pelaku kejahatan seksual anak juga akan terus dilakukan.

”Sehingga, pencegahan dan penegakan hukum akan lebih seimbang,” paparnya.

Dia memastikan bahwa penegakan hukum tanpa peran aktif masyarakat juga akan sia-sia. Karena itu, kepedulian semua pihak untuk melindungi anak saat ini sedang diuji.

”kami berupaya semaksimal mungkin mengajak semua untuk bersama-sama memerangi pelaku kejahatan seksual terhadap anak,” papar mantan Wakabareskrim tersebut.

Sebelumnya, Bareskrim mengungkap adanya prostitusi anak yang dilakukan AR. Tak tanggung-tanggung, korbannya mencapai 145 anak di Jakarto, Depok Bogor dan Bandung. (idr/jpg)

Respon Anda?

komentar