Desain Ruko Nagoya-Jodoh Harus Diseragamkan

563
Pesona Indonesia
Gedung NITC di dekat Nagoya City Walk, resm,i dibuka sejak Sabtu (18/6/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Gedung NITC di dekat Nagoya City Walk, resm,i dibuka sejak Sabtu (18/6/2016). Ruko di kawasan Nagoya-Jodoh nantinya harus seragam. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kawasan Nagoya dan Jodoh akan disulap menjadi daerah Metro. Untuk itu seluruh ruko di wilayah tersebut wajib beseragam dan menyamakan desain yang telah ditentukan.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan pihaknya tengah fokus memperbaiki infrastruktur jalan di kawasan Nagoya dan Jodoh. Meski begitu, dirinya kembali memikirkan cara agar kawasan tersebut terlihat lebih hidup.

“Saya sudah perbaiki jalan disana, nah tentunya saya minta timbal balik dari pemilik ruko-ruko itu,” ujar Rudi, Minggu (2/10/2016).

Timbal balik yang dimaksud Rudi bukanlah soal dana atau sumbangan dalam bentuk apapun. Namun meminta pemilik ruko memperbaiki kondisi tempat bisnis mereka. Rudi menginginkan Batam menjadi daerah Metro dan memulai dari kawasan Ngoya-Jodoh.

“Saya ingin Batam jadi kota metro, jadi ruko-ruko yang ada di daerah tersebut harus diperbaiki,” ujarnya.

Menurut dia, dalam waktu dekat ia akan memanggil RT/RW serta tokoh masyarakat di daerah tersebut. Tujuannya untuk membuat kesepakatan desain seperti apa yang akan diterapkan nantinya.

“Ruko boleh beda, tapi desainnya sama, paling tidak warna harus sama. Nah, tugas kita nanti akan membuat ornamen bernuansa kedaerahan di sekitar kawasan tersebut,” jelas Rudi.

Tak hanya itu, dikatakan Rudi, hingga kemarin proses pelebaran jalan masih berlangsung. Bahkan, pelebaran jalan membuat sebuah hotel di kawasan tersebut berhenti beroperasi.

“Sampai sekarang pelebaran jalan belum ada yang sampai membongkar bangunan orang. Kalau pas-pas bangunan memang ada, itu resiko mereka. Saya hanya mengambil tanah milik negara untuk jalan,” pungkas Rudi. (she)

Respon Anda?

komentar