Dua Sandera Lagi Segera Dibebaskan

503
Pesona Indonesia
Kelompok militan Abu Sayyaf. Foto: istimewa
Kelompok militan Abu Sayyaf. Foto: istimewa

batamps.co.id – Satu persatu warga negara Indonesia (WNI) yang disandera Abu Sayyaf berhasil dibebaskan.

Sabtu (1/9/2016), pukul 23.35, lalu tiga sandera dibebaskan. Mereka adalah Ferry Arifin, Muh. Mabrur Dahri, dan Edi Suryono.

Ketiganya anak buah kapal (ABK) TB Charles yang disandera sejak Juni lalu.

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi ditemani Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Minggu (2/10/2016) lalu mengatakan masih ada dua orang yang menjadi tawanan kelompok radikal itu.

Dengan dibebaskannya tiga sandera, maka masih ada dua WNI yang masih dalam sekapan Abu Sayyaf. Keduanya ialah M. Nasir dan Robin Pieter. Keduanya juga ABK TB Charles.  Sebelumnya ada 10 sandera yang ditawan Abu Sayyaf. Secara bertahap mereka berhasil dibebaskan.

Pejabat kelahiran 27 November 1962 itu berjanji akan berupaya segera membebaskan dua tawanan itu. Pemerintah akan terus bekerjasama dengan Pemerintah Filipina. Selama ini peran Filipina sangat besar dalam pembebasan sandera.

”Kami mohon doa agar kedua sandera bisa secepatnya dibebaskan,” paparnya.

Namun Retno enggan menjelaskan seperti apa pembebasan tiga sandera dan bagaimana dua sandera yang masih dalam sarang Abu Sayyaf bisa dibebaskan. Jenderal Gatot juga enggan menjelaskan upaya Indonesia menyelesaikan persoalan sandera yang sampai sekarang belum selesai itu.

“Sudah disampaikan Bu Menteri,” ucap Gatot singkat lantas masuk ruangan.

Sebelumnya, Menhan RI Ryamizard Ryacudu menyatakan bahwa untuk membebaskan sandera, Pemerintah Filipina mengerahkan 10 ribu hingga 22 ribu pasukan. Dengan pengepungan yang dilakukan tentara, kelompok radikal itu pun terdesak. Karena terdesak, mereka pun membebaskan sandera WNI.

Namun, sempat tersebar kabar bahwa pembebasan itu dilakukan dengan membayar tebusan. Tapi, Menhan Ryamizard membantah informasi itu. Menurut dia, pembebasan itu murni tekanan militer kepada Abu Sayyaf. Pemerintah tidak mungkin tunduk dan dipaksa membayar tebusan. (lum/jpg)

Respon Anda?

komentar