Hentikan Pesta Berseragam Sekolah, Sekda Tanjungpinang Malah Dibentak Pemilik Kafe

1470
Pesona Indonesia
Sekda Tanjungpinang, Riyono saat di Cafe Basecamp, Tanjungpinang. foto:osias de/batampos
Sekda Tanjungpinang, Riono saat di Cafe Basecamp, Tanjungpinang. foto:osias de/batampos

batampos.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Riono, dibentak oleh Santos, pemilik cafe Basecamp, yang terletak di Jalan Raja Ali Haji, kilometer Empat, Tanjungpinang, Minggu (2/10) dini hari. Sekda dibentak saat melakukan klarifikasi atas laporan masyarakat terkait adanya pengunjung yang mengenakan seragam sekolah.

Pantauan dilapangan, pemilik kafe tersebut berang ketika Sekda yang mendadak datang dan masuk kedalam cafe bersama sejumlah anggota Satpol PP Tanjungpinang dan meminta pesta yang menggenakan seragam sekolah itu dihentikan.

”Bapak bawa anggota ketempat saya dan minta dibubarkan emangnya bapak siapa? Bapak tidak berhak dan bisa saya tuntut,” ujar Santos membentak Riono.

Menurut Santos, kedatangan Riono bersama belasan anggota polisi dan Satpol PP tersebut tidak berdasarkan surat perintah dari Wali Kota Tanjungpinang untuk menghentikan pesta tersebut. Bahkan, ia juga sempat menanyakan nama identitas Riono dan meminta menunjukan Peraturan Daerah (Perda) yang melarang sebuah tempat hiburan atau kafe membuat sebuah konsep tersebut.

“Kamu siapa? Nama kamu siapa?,” tanya Santos dengan tonasi nada tinggi. Yang langsung dijawab Riono.

Santos pun kemudian mempersilahkan Riono untuk melaporkan ke Walikota Tanjungpinang terkait acara tersebut. ”Silahkan lapor ke Walikota,” ucap Santos.

Dijelaskan Santos, acara yang bertemakan seragam sekolah. Namun, tidak satu pun pelajar yang datang dan mengikuti acara tersebut.

Sementara itu, Riono, mengatakan kedatangannya ke kafe tersebut karena diperintahkan Walikota yang mendapatkan laporan dari masyarakat dan diminta untuk menghentikan acara yang bertemakan seragam sekolah dan menenggak minuman beralkohol.

“Pada saat kami kasih teguran, ada sedikit keributan, karena acara yang mereka laksanakan itu tidak etis, mengenakan seragam sekolah,” ujar Riono.

Dikatakan Riono, acara yang bertemakan seragam sekolah dan mengkonsumsi mikol apalagi bertepatan dengan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak etis untuk digelar. Hal tersebut akan berdampak negatif dimata masyarakat yang melihatnya terkait dunia pendidikan di Kota Tanjungpinang meskipun tak satu pun pelajar yang ikut pada acara tersebut.

Ketidaketisan tersebut, selain mengenakan seragam sekolah, kata Riono, pengunjung yang mengenakan seragam sekolah akan mendapatkan bonus sesuatu. Hal itulah membuatnya bersama Satpol PP dan pihak kepolisian melakukan pengecekan dan teguran terhadap pihak kafe Basecamp tersebut.

“Kafe itu melakukan promosi dengan cara yang tidak benar, saya melihat sendiri para pelayan mengenakan pakaian sekolah berlambang OSIS,” ucap Riono.

Ditegaskan Riono, terkait hal tersebut. Pihaknya akan memberikan surat teguran kepada kafe tersebut. Jika masih dilakukan hal yang sama tidk menutup kemungkinan izinnya akan dicabut.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar