Latihan Perang TNI AU Dimulai, 5 Sukhoi, 7 F-16, dan 1 Hercules Start dari Hang Nadim

8046
Pesona Indonesia
Jet tempur TNI AU bersiap terbang dalam latihan perang bertajuk Angkasa Yudha yang dipusatkan di Ranai, natuna. Foto: Pendrie Poetra/FB/WB
Jet tempur TNI AU bersiap terbang dalam latihan perang bertajuk Angkasa Yudha yang dipusatkan di Ranai, natuna. Foto: Pendrie Poetra/FB/WB

batampos.co.id – Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara mengerahkan 70 pesawat tempur serta beragam peralatan perang berat lainnya dalam latihan perang yang dipusatkan di Natuna, mulai Senin (3/10/2016) hari ini.

Meski dipusatkan di Natuna, namun area terbang pesawat-pesawat tempur TNI AU itu hampir seluruh wilayah Kepri. Bahkan, sejak beberapa hari lalu, lima jet tempuh jenis Sukhoi dan tujuh F-16, dan 1 Hercules milik TNI AU mengambil posisi di Bandara Hang Nadim Batam.

Latihan perang ini tak hanya melibatkan peralatan berat dan canggih milik TNI AU, tapi juga melibatkan 2.200 personel TNI yang telah tiba di Natuna beberapa hari sebelum latihan digelar.

Jet-jet tempur TNI AU itu, sebagian akan tetap kembali ke Hang Nadim usai latihan perang dengan sasaran-sasaran yang sudah ditargetkan.

Latihan perang bertajuk Angkasa Yudha akan digelar selama hampir dua pekan. Latihan ini untuk mengetahui kemampuan masing-masing skuadron udara dimiliki TNI AU.

Latihan ini melibatkan lima unit Sukhoi, tujuh unit F-16, dua heli dan satu hercules. “Pemusatan latihan ini akan kami gelar di Natuna,” kata Dan Lanud Tanjungpinang Kolonel Pnb Ign Wahyu Anggono pada Batam Pos, Jumat (30/9/2016) lalu.

Angkasa Yudha merupakan latihan puncak TNI AU, selama tahun ini. Latihan ini tak hanya merangkap taktis perang, tapi juga pengawasan dan penghalauan.

“Hang Nadim menjadi pangkalan aju (utama) selama latihan ini berlangsung,” ucap Wahyu.

Latihan ini juga akan dibantu dengan penggunaan flight radar yang berada di Tanjungpinang dan Ranai.

Mengenai taktis pelatihan, dijelaskan oleh Komandan Skuadron Udara 11 Makasar, Letkol David Aliansyah. Ia menyebutkan bahwa nantinya dalam latihan perang ini, satuan Sukhoi bertugas sebagai pesawat bomber. Pesawat rakitan Rusia, akan menjadi striker penghancur untuk target-target yang telah ditentukan.

“Masing-masing pesawat punya tugas pengeboman,” ucapnya.

Selain itu, kata David berbagai manuver juga masuk dalam menu latihan Angkasa Yudha.

Dari pantauan Batam Pos, di Hang Nadim sudah ada lima pesawat sukhoi. Selain itu dua heli, juga telah standby. Pesawat F-16, dijadwalkan datang pada Kamis (6/10/2016) depan.

General Manager Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, selama latihan nanti posisi pesawat tempur tersebut tak akan menganggu penerbangan.

“Letaknya di depan VIP, jadi semuanya tetap lancar,” pungkasnya.

Pihaknya juga sangat mendukung latihan perang itu guna menjaga kedaulatan NKRI.

Latihan ini juga menunjukkan bahwa Indonesia punya kemampuan tempur dan kapanpun siap menghadapi segala macam ancaman. (nur/ska)

Respon Anda?

komentar