Mengecewakan, Harga Rokok Jadi Rp 20 Ribu

1310
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – 2017 harga rokok pada kisaran Rp 20 ribu per bungkus.

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Ikadan Dokter Indonesia (IDI) Zaenal Abidin menuturkan, kenaikan cukai rokok yang hanya 10,54 persen tidak akan mampu mengurangi konsumsi masyarakat untuk merokok.

“Itu tidak bisa untuk pengendalian rokok kalau segitu,” ujar Zaenal kepada JawaPos.com, Senin (3/9).

Menurutnya dengan harga rokok masih di kisaran Rp 20 ribu tidak akan mampu mengendalikan konsumsi rokok di Indonesia. Padahal beberapa waktu lalu santer diberitakan harga rokok akan naik mencapai Rp50 ribu.

Diterangkannya, merokok adalah kecanduan. Orang yang kecanduan itu bisa melakukan apapun untuk membeli.

“Kalau untuk segi kesehatan untuk pengendalian itu dengan harga segitu tidak berdampak,” tegasnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akhirnya memutuskan menaikkan tarif cukai hasil tembakau pada 2017. Adapun keputusan kenaikan itu diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 147 PMK/010/2016.

Dalam PMK ini disebutkan kenaikan tarif tertinggi sebesar 13,46 persen untuk jenis tembakau Sigaret Putih Mesin (SPM) dan terendah adalah nol persen untuk hasil tembakau Sigaret Kretek Tangan (SKT) golongan IIIB, dengan kenaikan rata-rata sebesar 10,54 persen.

Sementara, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan keputusan kenaikan tarif ini sudah dibicarakan dengan berbagai pemangku kebijakan, seperti dari pihak yang peduli dengan kesehatan dan pihak produsen, maupun asosiasi pengusaha rokok.

Dia juga mengaku sebelumnya telah melakukan pertemuan dan diskusi secara mendalam dengan Pemerintah Daerah (Pemda), yayasan, dan universitas.

Di mana hasil pertemuan tersebut menghasilkan kesimpulan kenaikan cukai merupakan langkah yang harus ditempuh dalam rangka pengendalian konsumsi dan produksi.(cr2/JPG)

Respon Anda?

komentar