Pemkab Lingga Libatkan Zuriat Usulkan Sultan Mahmud III Jadi Pahlawan Nasional

418
Pesona Indonesia
Poster Sultan Mahmud Riayat Syah saat memimpin Kesultanan Lingga diperkenalkan pada event tingkat Provinsi Kepri. f-istimewa
Poster Sultan Mahmud Riayat Syah saat memimpin Kesultanan Lingga diperkenalkan pada event tingkat Provinsi Kepri. f-istimewa

batampos.co.id – Anggota DPRD Lingga, Agus Norman mengatakan untuk mendukung ketokohan Sultan Mahmud Riayat Syah atau Sultan Mahmud III sebagai pahlawan Nasional harus melibatkan para zuriat dan keturunan kerabat sultan yang masih ada. Hal tersebut disampaikannya dalam persetujuan RAPBDP Lingga menjadi APBDP 2016 di Gedung DPRD, Jumat (30/9) kemarin.

“Kami mengharapkan menyertakan para zuriat yang masih ada disini sebagai bukti faktual. Bukti pendukung untuk kita memperjuangkan Sultan Mahmud III sebagai pahlawan nasional. Hal ini juga membutuhkan dukungan semua pihak, bergerak bersama-sama,” ungkap Agus Norman.

Menurut hemat Norman, selain data otentik dan ilmiah yang kini terus digesa oleh tim perumusan, keterlibatan langsung para zuriat dan ahli waris Sultan Lingga akan menjadi spirit mengangkat tokoh besar Sultan Mahmud III sebagai pahlawan bidang Strategi dan Gerilia Laut. Sebagai wilayah maritim, sosok pemimpin kesultanan Lingga selama 32 tahun tersebut perlu didukung semua pihak. Di Lingga sendiri, zuriat keturunan sultan yakni keturunan dari Alm Tengku Muhammad Saleh Damnah masih ada di Lingga.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lingga, Alias Wello yang menanggapi saran juru bicara Banggar DPRD tersebut, meminta Kadisbudpar Lingga, M Aswar sebagai leader pengusulan Sultan Mahmud III menjadi pahlawan nasional agar melibatkan para zuriat.

“Perjuangkan Sultan Mahmud, leadernya kepala dinas. Bagaimana dalam proses ini, jangan sampai tidak melibatkan para zuriat sultan yang masih ada,” papar Awe mantan ketua DPRD Lingga tersebut.

Sementara itu, di tempat lain, Kadisbudpar Lingga M Asward yang dihubungi koran Batam Pos mengatakan, dalam proses pengumpulan data dan pihaknya selalu melibatkan para zuriat sebagai sumber data lisan maupun data-data berkenaan yang dipegang oleh ahli waris.

“Dinas kami sudah menyampaikan kepada zuriat dah ahli waris. Dalam proses, kami juga melibatkan namun memang tidak masuk dalam tim perumusan. Banyak sumber data lisan yang diberikan para zuriat menyokong ketokohan Sultan Mahmud III. Dalam kegiatan seminar, juga selalu kami libatkan,” ungkap Asward.

Kerjasama tim perumusan dan zuriat terangnya, sudah dilakukan. Ia berharap, kedepan pada tahun 2017 mendatang, Sultan Mahmud III dengan dukungan para zuriat maupun seluruh elemen masyarakat dapat diakui sebagai pahlawan nasional. Selain itu, Asward menambahkan, dukungan pemerintah daerah juga telah dibuktikan dengan menyetujui usulan pada APBDP 2016 agar upaya kelengkapan data dapat semakin fokus dikerjakan tim. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar