Pencuri Ditangkap Saat Bertransaksi di Masjid, Ternyata Residivis

608
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Polsek Bunguran Timur menangkap residivis spesialis pencurian yang meresahkan warga Ranai, Sabtu (1/10) kemarin.

Kapolres Natuna AKBP Charles Sinaga melalui Kapolsek Bunguran Timur Kompol Mangatur Sibarani mengatakan, residivis yang ditangkap adalah Ujang, 20. Ia ditangkap sedang bertransaksi di masjid, untuk menjual hasil curian.

Penangkapan Ujang, kata Sibarani, berdasarkan laporan seorang siswi yang menjadi korban pencurian ke polsek. Tak lama, polisi menerima informasi seorang warga hendak menjual handpone dan notebook dengan harga murah.

Setelah dicek, ternyata Ujang yang menjual barang dengan harga murah. Langsung dilakukan pemeriksaan dan interogasi, tenyata barangnya hasil curian.

“Ujang ini baru keluar dari rutan Tanjungpinang pada bulan Juli lalu, kasusnya pencurian yang sama,” ujar Sibarani, Minggu (2/10).

Dikatakan Sirbarani, setelah pemeriksaan, ternyata tersangka sudah melancarkan aksi pencurian di empat tempat kejadian perkara berbeda. Sasarannya barang elektronik yang mudah dijual kembali, misalnya handpone dan laptop.

Sibarani merinci, empat kejadian pencurian yang dilakukan tersangka diantaranya di Jalan DKW Mohd Benteng Ranai, saat itu ia berhasil mencuri handpone merk Asus. Kemudia tersangka beraksi di Jalan Dwi Sartika, mencuri hp Samsung lipat warna putih, kaos sweater warna coklat, kaos lengan pendek warna biru dongker dan dompet yang berisi uang sebesar Rp 35 ribu.

Menurut Sibarani, karena adanya kesempatan, tersangka beraksi lagi di Jalan Hangtuah, berhasil mencuri satu laptop Asus warna merah dan satu buah kotak laptop Asus yang berisi cas laptop asus warna hitam, mouse laptop warna hitam, modem merk vivo warna putih, kipas laptop, pelindung keybord, dan kit pembersih laptop. Kerugian korbannya sekira Rp 3,2 juta.

Tidak jauh dari pencurian sebelumnya, tersangka beraksi lagi, mencuri satu buah handpone blackbery warna hitam dan satu buah tas sandang belakang yang berisi satu buku tabungan bank mandiri, dan handspry warna putih.

“Penangkapan Ujang ini kerjasama masyarakat yang membantu memberikan informasi, baru beberapa bulan bebas tapi sudah bikin resah,” ujar Sibarani.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar