Tolak Sistem Aplikasi Baru, Ribuan Driver Gojek Mogok Beroperasi

994
Ribuan driver Gojek mogok beroperasi menolak sistem aplikasi baru yang menyusahkan mereka mendapatkan bonus. Foto: Elfany Kurniawan/JawaPos.com
Ribuan driver Gojek mogok beroperasi menolak sistem aplikasi baru yang menyusahkan mereka mendapatkan bonus. Foto: Elfany Kurniawan/JawaPos.com

batampos.co.id – Ribuan driver ojek berbasis aplikasi online (Gojek) se-Jabodetabek melakukan mogok kerja, Senin (3/10/2016).

Mereka berkumpul di beberapa lokasi. Salah satunya di Jalan Asia-Afrika, depan Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat sejak pagi.

Dengan mengenakan jaket hijau andalanya, para pengemudi ini meneriakan penolakan aplikasi Gojek versi baru.

“Penjajahan baru,” teriak salah satu driver Gojek yang seraya membawa bendera bertuliskan Save Driver Gojek.

Mereka berencana demo di depan bundaran HI, namun dilarang, akhirnya mereka demo di depan kantor DPR, sebelum bertolak ke kantor utama Gojek yang berada di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Beberapa driver Gojek mengatakan, aplikasi Gojek versi 100.5 sekarang menghadirkan sistem performa. Hal ini membuat para driver menjadi kesusahan dalam mendapatkan bonus di setiap hasil kerja mereka.

Ato, salah seorang pengemudi yang ikuti aksi demo Gojek mengatakan, semenjak Gojek versi 100.5, sistem performa telah berlaku.

“Jadi, setiap satu jam bila kami men-cancel penumpang, maka akan kena suspend selama 30 menit atau lebih. Itu artinya tak bisa terima orderan,” ucap dia di Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat.

Menurut dia, sistem itu membuat mereka kesulitan dalam meraih bonus, ditambah lagi dipersulit dalam menerima orderan.

“Padahal cancel itu kan bukan kesalahan driver, mungkin orderan fiktif, lalu ada Go-Food, nah kan bisa saja tokonya tutup. Otomatis kan cancel dan itu malah merugikan kita,” jelas dia.

“Kita ngerasa seperti dijajah, perbedaan sistem performa, kita susah dapat bonus,” timpal dia.

Tuntutan utama para driver se-Jabodetabek ini menghapuskan sistem performa yang menyulitkan mereka dalam mendapat bonus. “Pokoknya sejak ada sistem itu, penghasilan kami berkurang,” ucap dia. (elf/JPG)

Respon Anda?

komentar