Warga Anambas Sambut Tahun Baru Islam dengan Pawai Ta’ruf

537
Pesona Indonesia

tahun-baru-islam-hijriyyahbatampos.co.id – Setiap daerah memiliki adat dan tata cara dalam merayakan datangnya Tahun Baru Islam, 1 Muharam. Di Kabupaten Kepulauan Anambas contohnya. Warga Anambas menyambut datangnya 1 Muharam dengan mengadakan pawai ta’ruf yang dilaksanakan di lapangan sepak bola Sulaiman Abdullah, Tarempa, Sabtu (1/10).

Pawai yang diikuti belasan kafilah itu secara bersama-sama berjalan kaki mengelilingi kota Tarempa. Mulai dari sekolah Taman Kanak-kanak (TK) SD, SLTP, SLTA, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Unsur Muspika, Organisasi Islam, kelompok pengajian dan masih banyak lagi perwakilan dari elemen masyarakat. Meski hujan ringan mengguyur,
tidak memudarkan semangat para peserta untuk melaksanakan pawai.

Peserta pawai yang diiringi dengan drum band yang dimainkan dari perwakilan sejumlah sekolah dan ditambah lagi dengan nyanyian kompang yang bernuansa islam membuat masyarakat terpana saat menonton pawai itu. Ketertarikan suasana itu saat melihat sejumlah anak-anak yang penuh dengan semangat mengikuti pawai, walaupun diguyur hujan.

Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, sangat mengapresiasi acara yang digelar oleh masyarakat dalam menyambut tahun baru Islam. Ia juga berjanji akan memberdayakan kegiatan semacam itu kedepannya. Dalam hal ini ia berharap kepada seluruh masyarakat anambas agar dapat mendorong program yang akan dilaksanakan pemerintah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Kata Haris, partisipasi masyarakat sangat diperlukan dan ia akan meminta kepada seluruh stakeholder ikut mendukung acara semacam itu dan akan dijadikan kegiatan rutin pemerintah daerah. Ia juga menambahkan tahun depan akan mengundang peserta dari luar daerah, bahkan jika perlu dari negara tetangga seperti negara Malaysia.

“Saya bangga sekali dengan apa yang telah dilaksanakan oleh masyarakat. Kedepannya akan saya jadikan kegiatan rutin pemerintah,” ungkapnya ketika dihubungi.

Lebih lanjut, Haris mengimbau kepada warganya untuk saling menghormati dan menghargai sesama agama terkait dengan kebiasaan dalam memepringati tradisi tahun baru Hijriah yang biasa dilakukan masyarakat. Hal ini menyusul masih banyaknya warga yang akan menggelar tradisi keagamaan berdasakan kepercayaan masing-masing. “Tentu kita
harus saling menghormati tradisi ini,” ungkapnya.

Arman, salah seorang warga Tarempa mengatakan, kegiatan semacam ini harus diberdayakan secara terus menerus, jika perlu diagendakan dan bisa dijadikan bagian dari wisata. Diketahui masyarakat Anambas mayoritas penduduknya beragama islam. Artinya kegiatan-kegiatan yang bernuansa islami perlu dibudayakan agar menjadi kegiatan rutin oleh
masyarakat dan akan berdampak ke hal yang positif tentunya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar