Akhir Tahun, Penerbangan Langsung Kepri-Cina Dibuka

15345
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri menjalin kerja sama dengan Wanda Group yang bergerak di bidang properti dan agen tur terbesar di Cina. Kedua belah pihak ini akan membuka rute penerbangan langsung dari Cina ke Batam dan Tanjungpinang.

Ketua Apindo Kepri, Cahya, mengatakan akses penerbangan langsung Cina-Kepri dan sebaliknya ini akan membuka peluang bagi masuknya turis dari Negeri Tirai Bambu itu. Menurut Cahya, pihak Wanda Group menyebut minat turis Cina berkunjung  ke Indonesia, khususnya Kepri, tergolong tinggi.

“Mereka sudah komitmen untuk mendatangkan 500 wisman setiap harinya,” jelas Cahaya usai bertemu Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, di Gedung Daerah Tanjungpinang, Senin (3/10).

Cahya menambahkan, selama ini sudah banyak turis Cina yang mengunjungi Kepri. Tujuan mereka antara lain ke Batam, Bintan, dan Karimun. Namun selama ini mereka masuk melalui Singapura.

Cahya menjelaskan, nantinya dari Hang Nadim Batam akan melayani penerbangan umum ke Cina. Sedangkan dari Bandara Internasional RHF Tanjungpinang hanya melayani penerbangan wisata.

“Yakni pesawat carter langsung dari Tiongkok,” ujar Cahya.

Masih kata Cahya, nantinya setiap hari akan ada tiga kali penerbangan dari Batam ke Cina dan sebaliknya.

Dalam pertemuan kemarin, Cahya memperkenalkan General Manager (GM) Wanda Group Xie Hong, kepada Gubernur. Mereka bertemu dan berbincang secara tertutup selama sekitar satu jam.

Xie Hong mengatakan, kerjasama dengan Apindo Kepri ini merupakan tindak lanjut dari hasil peremuan Wanda Group dengan Kementerian Pariwisata di Cina,  beberapa waktu lalu. Menurut Xie Hong, hingga saat ini sudah ada 24 kota di Cina yang siap menyokong program kerjasama pariwisata ini.

“Kita sudah komitmen dan bekerjasama dengan (maskapai) City Link sebagai armada transportasi untuk kerjasama ini nanti,” ujar Xie Hong.

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, menyambut baik kerjasama ini. Menurutnya, pemerintah akan mendukung dengan terus membangun sarana dan infrastruktur pendukung. Serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi para turis.

“Banyak potensi wisata di Kepri yang belum diketahui. Tentu ini menjadi kesempatan bagi kita untuk mebangkitkan pariwisata kepri,” ujar Nurdin.

Gubernur mengatakan bahwa kedatangan para turis ini tentu akan menambah devisa bagi negara dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kepri. Apalagi jika komitmen 500 turis per hari itu dipenuhi.

“Saya minta penyedia jasa tourism untuk lebih kreatif mengggali potensi destinasi wisata di Kepri agar bisa dikunjungi para turis ini,” ajak Nurdin.

Sementara itu, Flight Operation Support and Publication Manager Citilink, Teddy Rezadiansyah sendiri mengaku sudah coba membangun kerja sama dengan Wanda Group selama tiga tahun terakhir. Kerja sama tersebut berupa urusan perizinan dari komersial dan operasi baik di Indonesia maupun di Cina.

“Dengan Wanda Group, (kerjasama) kami sudah berjalan dengan Cina di Bali dan Manado. Kami sudah membuat survei untuk Kepri sejak Juli 2016 lalu,” kata Teddy.

Dia menjelaskan, bandara di Kepri yang layak didarati pesawat jenis air bus 320 yang memuat para turis Cina itu adalah Hang Nadim Batam dan Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang. Dukungan panjang landasan dan kesiapan terminal bandara dianggap layak untuk didarati oleh pesawat yang terbang dari Cina ke Kepri dengan lama penerbangan 4-5 jam itu.

Nantinya, kata Teddy, Bandara Hang Nadim Batam akan didarati oleh pesawat yang memuat penumpang umum, baik para turis maupun penumpang biasa. Sedangkan Bandara RHF Tanjungpinang akan didarati pesawat yang memuat para turis saja. Nanti para turis dari berbagai kota di Cina itu akan mendarat setiap hari di Tanjungpinang.

“Tetapi pada tahap awal, para turis dari tujuh kota saja dululah yang datang ke sini,” ujar Teddy. (jpg)

Respon Anda?

komentar