BPK Dorong Provinsi Kepri Rebut WTP

312
Pesona Indonesia
Ketua BPK RI, Harry Azhar Azis. foto:net
Ketua BPK RI, Harry Azhar Azis. foto:net

batampos.co.id – Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Harry Azhar Aziz mendorong seluruh daerah di Provinsi Kepri merebut predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk laporan pertanggungjawab keuangan Tahun Anggaran (TA) 2016.

“Kita berharap Kepri menjadi yang terbaik di untuk pelaporan pertanggungjawaban keuangan Tahun Anggaran (TA) 2016 ini,” ujar Harrry Azhar Aziz dalam sambutannya saat ramah tamah bersama Gubernur Kepri, Nurdin Basirun di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (3/10).

Menurut Harry, meskipun Perwakilan BPK Provinsi Kepri klasnya C, akan tetapi memiliki jumlah auditor yang lebih dari dua personal. Mantan legislator DPR RI tersebut menggaris bawahi, tidak dapatnya predikat WTP oleh Kabupaten Natuna dan Kabupaten Lingga adalah karena persoalan peralihan aset.

“Sekarang masih ada waktu tiga bulan kedepan untuk TA 2016. Mudah-mudahan baik Provinsi Kepri maupun Kabupaten/Kota semuanya mendapatkan WTP,” papar Harry.

Ditegaskannya, meskipun dirinya adalah putra Provinsi Kepri, tidak menjadi jaminan Kepri akan menjadi yang terbaik. Karena hasil pemeriksaan BPK Perwakilan Kepri harus melalui pemeriksaan di Inspektorat.

Masih kata Harry, dari tujuh kabupaten/kota di Kepri, hanya Lingga yang belum pernah mengecap gelar WTP. Untuk mewujudkan mimpi seluruh daerah di Kepri menyabet WTP, perlu perhatian Gubernur untuk Kabupaten Lingga dan Natuna.

Harry juga menyinggung terkait hasil rekomendasi BPK terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LPH) daerah yang paling tinggi persentasenya adalah Tanjungpinang, yakni 90 persen untuk menyelesaikan rekomendasi tersebut.

“Kemudian ada Kabupaten Bintan. Sedangkan Provinsi Kepri berada diurutan ketiga dalam menyelesaikan rekomendasi tersebut,” ungkap Harry.

Ditambahkannya, angka kemiskinan di Kepri juga menunjukan grafik yang menggembirakan. Begitu juga angka pertemuan ekonomi, bahkan diatas ekonomi nasional. Sama halnya dengan angka kesenjangan antar penduduk.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan pihaknya akan memberikan perhatian kepada Kabupaten/kota di Kepri. Ia juga punya keinginan yang sama, yakni Kepri menjadi yang terbaik. Menyiasati hal itu, tentu perlu masukan-masukan dari BPK.

“Penggunaan keuangan, harus lebih baik lagi, administasi lebih cermat dan lebih baik. Tentu kami juga mengharapkan arahan sebagai bekal bagi kami dalam bekerja,” ujar Nurdin.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar