Gaji Guru Tidak Tetap Kepri Tinggi, Guru Honorer Pemko Batam Iri

1107
Pesona Indonesia
Ilustrasi guru sedang mengajar. Foto: istimewa/arrahmah.com
Ilustrasi guru sedang mengajar. Foto: istimewa/arrahmah.com

batampos.co.id – Guru Tidak Tetap (GTT) rekrutan dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, yang sejatinya ditempatkan di wilayah hinterland atau wilayah terluar, namun ditempatkan di mainland Kota Batam, ternyata membuat guru honorer kecil hati.

Apalagi melihat gaji GTT yang lebih tinggi, sebab selain mendapat gaji dari pemerintah Provinsi Kepri juga mendapat insentif dari Pemerintah Kota Batam.

“GTT mendapat gaji dobel. Ada kesenjangan secara materi,” ujar guru honorer Pemko Batam yang tidak mau namanya disebutkan kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Senin (3/10/2016)

Dia mengatakan, setiap satu bulan tenaga honorer guru Pemko Batam hanya mendapat gaji sebesar Rp 2,5 juta, sementara GTT mendapatkan dua kali penggajian, yakni dari pemerintah Provinsi sebesar Rp 2,5 juta dan ditambah lagi dengan gaji insentif dari Pemko Batam sebesar Rp 1 juta.

“Di tempat lain GTT tidak diberikan insentif, seperti Anambas dan Bintan. Kok di Batam diberikan, gaji kan sudah diberi provinsi,” ucapnya.

Padahal Pemko Batam saat ini mengalami defisit anggaran. “Pemko kok bisa bayar insentif GTT,” ungkapnya.

Dia menilai kehadiran GTT di Kota Batam membuat jam mengajar guru yang ada semakin tidak efisien. “Padahal guru di sekolah sudah ada terus ditambah lagi dengan GTT,” bebernya.

Menurutnya, Pemko Batam tidak memberi insentif tersebut kepada GTT yang bukan menjadi tanggung jawab penuh pemko Batam. “SK dari Provinsi, tanggung jawab provinsi,” terangnya.

Seharusnya, insentif tersebut diberikan kepada guru-guru Taman Pendidikan Alquran (TPA), dan Imam Masjid yang sampai saat ini belum dapat insentif. “Mau hampir setahun tidak keluar kenapa tidak fokus ke sana,” kritiknya. (cr14)

Respon Anda?

komentar