Kapal Dihantam Ombak, Tiga Nelayan Terapung di Laut

661

101953_734836_tenggelambatampos.co.id – Tiga nelayan asal Desa Numbing terapung di laut selama satu jam akibat pompong berkapasitas 3 Gross Tonage (GT) yang ditumpanginya dihantam ombak dan tenggelam di Perairan Depan Pulau Penyusuk, Kecamatan Bintan Pesisir, Senin (3/10) sekitar pukul 4.20 WIB. Nyawa ketiga nelayan itu berhasil diselamatkan oleh kapal kayu yang sedang melintasi lokasi kejadian.

“Pas lewat laut di depan Pulau Penyusuk, saya lihat tiga orang mengapung dengan memeluk kotak fiber. Saya langsung mendekat dan mengangkut ketiganya ke atas kapal,” ujar Nelayan Bintan, Rahim yang menyelamatkan nyawa ketiga nelayan tersebut ketika dikonfirmasi.

Ketiga nelayan itu adalah Supriadi 40, Junaidi, 40, dan Poniman 35. Mereka mengaku hendak mencari ikan dengan menggunakan pompong berkapasitas 3 GT ke laut lepas. Setibanya di Perairan Depan Pulau Penyusuk atau sekitar 1 mill dari Kampung Gin Kecil, Desa Numbing, Kecamatan Bintan Pesisir, pompong yang ditumpangi mereka dihantam ombak dan angin kencang.

“Mereka sempat berhenti dan ingin balik arah. Namun ombak dan angin semakin kencang,” katanya.

Sekitar pukul 04.20 WIB, sambungnya, pompong itupun terbalik dan tenggelam. Melihat kotak fiber tempat penyimpanan ikan itu terapung. Lalu mereka berenang hingga berhasil menggapai kotak fiber tersebut. Kotak berukuran 1×2 meter itu yang mereka peluk agar bisa terus mengapung. Itu dilakukan mereka selama satu jam dan akhirnya diselamatkan oleh nelayan lain yang melintasi lokasi kejadian tersebut.

“Satu jam kemudian barulah saya lewat dan menyelamatkan mereka. Sampai saat ini kondisi mereka baik-baik saja,” bebernya.

Camat Bintan Pesisir, Zulkhairi mengaku tidak mengetahui insiden yang dialami warganya. Sebab, laporan terkait tenggelamnya pompong nelayan asal Desa Numbing itu belum diterimanya.

“Saya hanya menghimbau agar nelayan-nelayan berhati-hati ketika melaut. Dan waspadalah dengan kondisi cuaca yang ekstrim,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar