Kejar Terus Uang WNI di Luar Negeri

520
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Pemerintah cukup puas dengan dana tebusan program pengampunan pajak atau tax amnesty tahap pertama yang mencapai Rp 97,2 trilun.

Tapi, dari hasil evaluasi, pemerintah kecewa dengan perolehan dana repatriasi, lantaran jauh dari harapan. Hingga penutupan periode pertama dana repatriasi yang berhasil didapatkan Rp 137 triliun. Padahal, targetnya Rp 1.000 triliun.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan memang yang masih menjadi pertanyaan pemerintah adalah dana repatriasi yang masih belum sesuai harapan. Pemerintah sangat berharap bisa meraih dana repatriasi lebih dari Rp 130 triliun pada tahap kedua.

”Jadi diharapkan semuanya fifty-fifty repatriasi, dalam negeri dan luar negeri. Masih kita harapkan dana dari luar negeri bisa masuk,” ujar JK di kantor Wakil Presiden, Senin (3/10).

Data dari Direktorat Jenderal Pajak menunjukkan hingga kemarin, jumlah dana repatriasi itu mencapai Rp 137 triliun. Deklarasi dana dalam negeri mencapai Rp 2.539 triliun. Sementara deklarasi luar negeri Rp 952 triliun. Total uang yang dideklarasikan Rp 3.629 triliun. Sedangkan dana tebusan mencapai Rp 97,2 triliun dari target Rp 165 triliun.

JK mengungkapkan perolehan dana repatriasi yang masih jauh dari target itu bisa jadi karena sudah ada dana dari luar negeri yang ditarik oleh para pengusaha. Penarikan dana itu sebelum program berjalan.

”Sebenarnya juga deklarasi dalam negeri itu juga berasal dari repatriasi luar negeri mungkin sebelumnya,” ungkap pejabat yang memperoleh delapan gelar doktor honoris causa itu.

Dia pun memastikan gejolak perbankan yang sempat terjadi di Singapura sebenarnya tidak mempengaruhi repatriasi. Sebab, setelah pemerintah konfirmasi langsung kepada kepolisian Singapura ternyata laporan penarikan dana dari bank di Singapura itu tidak ditindaklanjuti.

”Kita mendengarkan pernyataan dari polisi Singapura walaupun dilaporkan perbankan, polisi tak menghiraukan,” jelas dia.

Perolehan dana repatriasi yang masih jauh dari target itu kini sedang jadi fokus utama pemerintah pada tax amensty tahap kedua hingga akhir Desember. Lantaran dana repatriasi itu bisa menjaga nilai tukar rupiah rupiah dengan betul.

”Cadangan devisa kita bisa bertambah,” ungkap mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat itu.

Selain itu, secara umum tax amnesty punya manfaat untuk menutup atau menambah APBN. Sedangkan jangka menengahnya untuk menggerakkan perekonomian. Sedangkan untuk jangka panjang bisa memperlebar basis pajak.(rin/ryu/jpgrup)

Respon Anda?

komentar