Nelayan Karimun jadi Kurir Narkoba, Ditangkap Saat Bawa Sabu 228 Gram

679
Pesona Indonesia
Narkoba jenis sabu. Ilustrasi foto dokumen jpnn
Narkoba jenis sabu. Ilustrasi foto dokumen jpnn

batampos.co.id – Polda Kepri mengamankan sabu seberat 228 gram dari tangan kurir narkoba berinisial H di Selat Belia, Karimun pada Kamis (29/9). Penangkapan ini bermula dari informasi masyarakat, yang mengatakan ada kurir yang selalu mengantar narkoba ke Batam. Dari informasi ini, polisi bergerak ke Karimun. “Kami pancing dia, dan akhirnya dapat,” kata Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri Kombes Pol Jamaluddin pada Batam Pos, kemarin.

Sabu yang sudah dipaketkan dalam empat bungkusan besar tersebut, didapat tersangka dari seseorang bandar yang menjadi kaki tangan jaringan Malaysia. “Saat kami menangkap H, yang satunya lagi kabur dengan menggunakan speed,” ucapnya.

H diketahui sebelumnya adalah nelayan yang melaut di sekitaran selat Belia, Karimun. Dari pengakuan tersangka ini, ia nekad menjadi kurir narkoba karena himpitan ekonomi. “Katanya ikan sudah jarang didapat, dan penghasilan tak menentu. Butuh makan, akhirnya ia mau mengantar barang haram ini dari Karimun ke Batam,” ungkap Jamaluddin.

Narkoba jenis sabu ini diperkirakan masih banyak lagi, sebab yang diantarkan H hanyalah sebagian kecil. Sebab dari beberapa kasus jaringan internasional Malaysia, sabu selalu dikirim dari negara jiran tersebut dalam jumlah besar.

Mengenai ini, pihak Ditresnarkoba Polda Kepri sedang melakukan pengembangan. “Kami masih menyidik lebih lanjut peredaran jaringan ini,” ucap Jamaluddin.

Sabu senilai 220 juta tersebut, masih diendus siapa pemiliknya oleh Polda Kepri. Mengenai hukuman terhadap H, Jamaluddin mengatakan tersangka terancam hukuman penjara 20 tahun, dan maksimal hukuman mati.

Ia menyebutkan pihaknya akan terus menggiatkan pengawasan di tempat-tempat yang dianggap rawan penyelundupan narkoba. Selain itu, kerja sama dengan instansi lain juga akan digiatkan. Sehingga dapat mempersempit ruang gerak para bandara narkoba mengedarkan barangnya. “Dengan menangkap kurirnya, kami sudah memutus mata rantai peredaran narkoba,” ucapnya.

Jamaluddin mengatakan bahwa pihak kepolisian sangat membutuhkan informasi masyarakat. “Bila ada hal-hal mencurigakan mengenai peredaran narkoba, bisa laporkan ke kami atau kepolisian terdekat,” pungkasnya. (ska/bpos)

Respon Anda?

komentar