Pembangunan Masjid Agung Anambas Bakal Menyedot Anggaran Rp 60 M

1320
Pesona Indonesia
Rancangan bangunan masjid agung Natuna. foto repro
Rancangan bangunan masjid agung Natuna. foto repro

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas masih memiliki harpan besar untuk membangun masjid agung yang rencananya akan dibangun di Tajung Angkak, Tarempa. Sebagai tahapan awal, pemkab sudah menyelesaikan perencanaan awal yakni dengan menyelesaikan Design Enginering Detil (DED) bangunan masjid.

Namun untuk tahapan realisasi diperkirakan akan membebani keuangan daerah. Pasalnya untuk membangun masjid tersebut sesuai DED, pemkab harus menggelontorkan uang yang tidak sedikit. Jika ditotal dari bangunan masjid berikut taman masjid, maka pembangunan masjid akan menyedot uang sebesar Rp 60 miliar dari APBD Anambas.

“Untuk DED-nya kita sudah selesaikan, pembuatan DED-nya sudah menghabiskan sekitar Rp 300 juta, tinggal melaksanakan pekerjaan fisiknya,” ungkap Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepulauan Anambas, Rony Franata kepada wartawan Senin (3/10).

Kata Rony, sesuai dengan perencanaannya, jika sudah jadi, maka masjid tersebut bisa dibilang sangat besar karena bisa menampung sekitar 3.000 jemaah. “Masjid ini besar karena bisa menampung sekitar 3.000 orang,” jelasnya lagi.

Untuk pekerjaan fisik sendiri, kata Rony, belum diketahui apakah tahun depan sudah bisa dimulai atau belum karena saat ini kondisi keuangan daerah sedang memprihatinkan.

“Pembangunannya kita belum tahu apakah tahun depan sudah bisa dilaksanakan karena tergantung ketersediaan anggaran, kalau ada anggaran kita laksanakan, karena kita sebagai pelaksananya,” ungkapnya lagi.

Diketahui sebelumnya, Bupati Kepulauan Anambas pernah mengatakan bahwasanya pembangunan masjid akan menjadi salah satu pembangunan yang diprioritaskan. Dirinya menyebutkan, bangunan masjid tersebut berdiri diatas lahan seluas satu hektar. Namun pihaknya berniat untuk membebaskan lahan satu hektar lagi pada tahun ini supaya di sekitar bangunan masjid bisa dibangun taman. Sehingga tidak ada bangunan lain yang bisa mengganggu keindahan pemandangan masjid agung tersebut.

“Pemilik lahan merupakan pengusaha, jika pemiliknya memakai lahan itu untuk mengembangkan usaha, maka kita tidak akan mendapatkan lahan yang strategis itu lagi. Memang lahan banyak tapi lahan itu yang paling strategis,” ungkap Haris.(sya/bpos)

Respon Anda?

komentar