Tersangka Pengedar Narkoba Kritis di Rumah Sakit

541
Pesona Indonesia
Anggota Satnarkoba Polres Bintan sedang memakaikan sebo (penutup muka) kepada Suryanto dan Gusman Tirana sebelum menggelar ekspose di Depan Ruang Satreskrim Polres Bintan. Foto: Harry/batampos
Anggota Satnarkoba Polres Bintan sedang memakaikan sebo (penutup muka) kepada Suryanto dan Gusman Tirana sebelum menggelar ekspose di Depan Ruang Satreskrim Polres Bintan. Foto: Harry/batampos

batampos.co.id – Polres Bintan mengaku belum bisa menghadirkan kunci utama atau otak pelaku jaringan pengedar narkoba internasional, Natalius Nusantara, ke Mapolres hingga saat ini. Sebab, kondisi kesehatan bandar sekaligus pemasok narkoba jenis sabu seberat 500 gram atau 0,5 Kg dari Malaysia ke Kabupaten Bintan itu dikabarkan kritis dan masih dirawat oleh tim medis akibat menderita penyakit infeksi saluran pernapasan (Ispa).

“Tersangka utama atau otak pelakunya masih dirawat di salah satu RSUD milik pemerintah. Tapi kita tak bisa beberkan lokasi RSUD itu. Karena kondisi tersangka harus kita jaga makanya belum bisa dihadirkan ke Mapolres Bintan,” ujar Kapolres Bintan, AKBP Febrianto Guntur Sunoto usai melakukan sertijab anggotanya di Aula Kantor Bupati Bintan, Senin (3/10).

Polisi, kata dia, akan terus menjaga dan mengawasi kondisi tersangka selama mendapatkan penanganan medis di RSUD tersebut. Bahkan polisi juga memantau perkembangan kondisi kesehatan tersangka selama 24 jam. Itu semua dilakukan sebagai antisipasi agar tersangka tidak memanfaatkan penyakitnya itu sebagai kedok untuk melarikan diri dari proses hukum.

Selain itu, lanjutnya, akan terus melaksanakan koordinasi dengan seluruh tim medis yang menangani terasangka. Karena dikawatirkan, pihak medis kongkalikong atau bermain mata dengan tersangka untuk mendapatkan kenyamanan di RSUD itu.

“Kami tak tau kondisinya selama lima hari di RSUD. Hanya saja dokter belum izinkan tersangka keluar. Jadi kami hanya bisa menunggu kabar. Tapi kami akan pantau terus perkembangannya. Takutnya, tersangka malah keenakan di sana,” akunya.

“Maunya sih kami secepatnya bawa tersangka ke mapolres. Kemudian melanjutkan kasus ini hingga mendapatkan bandar besarnya, KK, yang berada di Malaysia,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Polres Bintan menangkap tiga tersangka jaringan pengedar narkoba internasional, Kamis (29/9). Dalam ekspose itu, Polres Bintan bersama BNN Kota Tanjungpinang hanya bisa menghadirkan dua tersangka yang merupakan kurir bisnis haram tersebut dan barang buktinya

Tersangka yang diamankan yaitu Suryanto 27, warga Pekanbaru, Provinsi Riau yang ditangkap bersama barang buktinya sabu-sabu sebanyak dua paket kecil seberat dua gram dan Gusman Tirana 28, warga Kampung Bugis, Kelurahan Senggarang, Kota Tanjungpinang yang diamankan bersama barang buktinya pil ekstasi sebanyak 565 butir.

Sedangkan otak pelaku yang juga bandar besar sekaligus pemasok barang haram dari Malaysia ke Kabupaten Bintan, Natalius Nusantara tak dihadirkan. Namun barang bawaannya yang telah diamankan yaitu lima paket besar sabu-sabu seberat 500 gram atau 0,5 Kg dipampang dan ditunjukkan dalam acara ekspose tersebut.

“Memang hanya dua tersangka saja yang kita bawa untuk diekspose. Sedangkan satunya lagi lagi dirawat di RSUP Kepri karena mengalami sakit Ispa,” bebernya.

“Ingat ya tersangka sakit Ispa bukan karena ditembak oleh anggota saya,” terangnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar