239 KK di Lingga Terima Bantuan Dana Usaha Ekonomi Produktif

1208
Pesona Indonesia
Kepala Dinas Sosial Lingga, Muslim. foto:wijaya satria/batampos
Kepala Dinas Sosial Lingga, Muslim. foto:wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Sebanyak 329 Kepala Keluarga (KK) terdiri dari warga Desa Duara, Desa Belungkur, Desa Resun, Desa Resun Pesisir, Desa Rantau Panjang, Desa Sungai Besar dan Desa Teluk, telah menerima bantuan dana tunai Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dari Kementerian Sosial. Total dana yang diserahakan untuk profram ini sebanyak Rp 784 juta.

“Dana tersebut langsung diberikan oleh Bank BNI yang ditunjuk sebagai mitra Kemensos. Dana itu ditujukan sebagai pendorong usaha masyarakat pesisir,” kata Kepala Dinas Sosial, Muslim di ruang kerjanya, Selasa (4/10) pagi.

Muslim merincikan jumlah KK tiap-tiap desa di pesisir yang menerima bantuan tersebut yakni, Desa Duara 103 KK penerima, Desa Belungkur 67 KK, Desa Resun 24 KK, Desa Resun Pesisir 85 KK, Desa Rantau Panjang 38 KK, Desa Sungai Besar 26, KK dan Desa Teluk sebanyak 57 KK penerima. Masing-masing KK mendapat dana tunai sebesar Rp 2 juta.

Lebih lanjut Muslim menuturkan, Dinas Sosial awalnya meminta bantuan dana tersebut sebesar Rp 2,5 juta. Namun karena Pemerintah Pusat juga melakukan efisiensi anggaran, maka dana yang dikucurkan hanya sebesar Rp 2 juta saja.

Menurut Muslim, data penerima harus jelas dan sesuai dengan administrasi kependudukan. Sebab ada delapan KK yang masih belum menerima dana tersebut karena kesalahan dalam administrasi kependudukan mereka yakni di Desa Belungkur dua KK, Desa Teluk tiga KK dan Desa Duara tiga KK.

“Bantuan ini langsung dari pusat sehingga data harus jelas dan tidak ada kesalahan,” kata Muslim.

Setelah rampung bantuan UEP untuk wilayah pulau Daik khususnya warga pesisir, pada tahun depan, Muslim telah mengajukan proposal bantuan yang sama ke Kementerian Sosial yang akan ditujukan kepada wilayah pesisir di Pulau Singkep. Sehingga harapan Muslim kedepan warga pesisir dapat mengembangkan usaha mereka.

Dari data yang ada di Dinsos, warga penerima UEP kali ini lebih banyak menggunakan dana bantuan modal usaha tersebut pada sektor perikanan dan pertanian. Sisanya, beberapa warga yang mengembangkan bisnis industri rumahan seperti industri makanan ringan.

“Kami berharap dengan bantuan ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di Tanah Bunda Melayu. Masyarakat juga kami minta untuk menggunakan bantuan ini dengan baik sehingga usaha mereka makin berkembang,” ujar Muslim. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar