Bersikap Arogan Kepada Sekda, Kafe Basecamp Didemo Massa

3080
Pesona Indonesia
Massa yang berunjuk rasa di depan Kafe Basecamp, Tanjungpinang, Selasa (4/10). foto:osias de/batampos
Massa yang berunjuk rasa di depan Kafe Basecamp, Tanjungpinang, Selasa (4/10). foto:osias de/batampos

batampos.co.id – Puluhan massa yang tergabung dalam solidaritas anti arogansi dan miras Kota Tanjungpinang, menggelar unjuk rasa di kafe Basecamp yang berada di simpang Pamedan, Selasa (4/10). Mereka mengutuk keras tindak arogansi pemilik kafe kepada Sekda Pemko Tanjungpinang yang melakukan sidak ke kafe tersebut saat event ”Back To School Party”.

Dalam orasinya, kordinator aksi, Baharuddin mengatakan dalam kejadian tersebut sangat jelas menunjukan jika pemilik kafe tersebut menolak untuk dilakukan sidak. Bahkan yang bersangkutan menggunakan cara-cara yang tidak pantas dan tidak beretika.

”Tindakan pemilik kafe merupakan bentuk arogansi yang tidak pantas dilakukan kalangan dunia usaha terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) yang sedang melaksanakan tugas,” teriak Baharuddin.

Dilanjutkannya, Pemko Tanjungpinang harus segera mengambil tindakan tegas dengan memberikan sanksi tegas terhadap izin usaha kafe Basecamp tersebut sesuai dengan ketentuan yng berlaku.

”Dan apabila terbukti bahwa dalam acara tersebut ternyata benar melibatkan anak sekolah yang berpakaian seragam sekolah dan disuguhkan minuman keras, maka kami minta agar dapat memberlakukan Perda Nomor 9 tahun 2010 tentang sistem penyelengaraan pendidikan, yang jelas terdapat unsur pelanggaran pidana dalam penyelenggaran acara tersebut,”ucap Bahar.

Masih dalam orasinya, Bahar menyebutkan, mendukung kreaatifitas kalangan dunia usaha dalam berkreasi dan berkarya untuk memajukan usaha masing-masing. Namun, tentunya dengan cara-cara yang sesuai dengan norma kearifan lokal dan ketentuan yang berlaku.

”Upaya kreatifitas yang telah dilakukan pihak manajemen Basecamp beberapa hari yang lalu itu dengan menyelenggarakan sebuah party dengan tema ”Back To School” menurut hemat kami wajar saja jika dikemas dengan hal yang positif,” sebut Bahar.

Namun, jelas Bahar, pihaknya sangat menyayangkan dan mengecam karena kemasan acara tersebut justru mengandung hal yang tidak pantas.

”Hal ini jelas kami anggap tidak pantas. Sebab, acara tersebut menggunakan atribut pendidikan berupa seragam sekolah. Apalagi disuguhkan minuman keras bagi pengunjung yang hadir dengan menggunakan seragam sekolah,” jelas Bahar.

Untuk itu, tegas Bahar, pihaknya mendesak PGRI dan instansi pendidikan lainnya agar mengambil tindakan tegas. Karena dalam hal ini, telah mencederai dunia pendidikan khususnya dapat merusak akhlak dan moralitas generasi muda.

Pantauan dilapangan, unjuk rasa tersebut mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Sejumlah petugas kepolisian pun mengatur arus lalulintas disekitar lokasi aksi agar tidak membuat macet. Sekitar satu jam lebih melakukan orasi, para pendemo pun pergi ke kantor Walikota Tanjungpinang untuk melakukan audiensi.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar