Disdik Dilematis Hukum Pelajar Nakal, Takut Dipolisikan

434
Pesona Indonesia
Sampah obat batuk yang ditemukan di lokasi air terjun di Desa Temburun, Kecamatan Siantan Selatan. foto:syahid/batampos
Sampah obat batuk yang ditemukan di lokasi air terjun di Desa Temburun, Kecamatan Siantan Selatan. Obat batuk komix digunakan remaja di Anambas untuk mabuk-mabukan. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Anambas mengaku sudah mengetahui adanya sejumlah remaja terutama para pelajar sering melakukan hal diluar batas seperti mabuk atau teler dengan menggunakan komix dan menghirup aroma lem.

“Jujur kita sudah tahu itu baik itu dari media maupun dari pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan di setiap kecamatan,” ungkapnya kepada wartawan Selasa (4/10).

Namun menurutnya pihaknya tetap belum bisa memberikan tindakan tegas karena tindakan itu bukan pihak dinas yang mengambil keputusan tetapi dari sekolah yang bersangkutan. “Kalau ada murid yang membandel di luar batas, itu yang menentukan hukuman bukan pihak dinas tapi pihak sekolah langsung,” ungkapnya lagi.

Bentuk hukuman yang sudah diberikan dari sekolah bermacam-macam ada yang memanggil orang tua wali murid hingga dikeluarkan dari sekolah. Namun dirinya belum bisa memastikan berapa siswa yang sudah dikeluarkan dari sekolah gara-gara mabuk dengan komix maupun menghirup lem.

“Kita tak tahu pasti berapa siswa yang dikeluarkan gara-gara itu karena itu hukuman dari masing-masing sekolah,” ungkapnya.

Menurutnya saat ini untuk memberikan hukuman kepada siswa juga sulit karena ada undang-undang hak azasi manusia (HAM). “Jika dijewer karena bandel takut melanggar HAM dan mungkin bisa dilaporkan kepada Komisi Perlindungan Anak, jadi serba sulit,” jelasnya lagi.

Sebelumnya, karena maraknya kenakalan remaja dengan mabuk menggunakan komix dan menghirup lem, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kepulauan Anambas mengagendakan razia kepada para remaja yang mengkonsumsi obat batuk komix untuk mabuk-mabukab. Bukan hanya itu, pihaknya juga akan merazia remaja yang mabuk dengan menghirup lem (ngelem) di seluruh Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA). Pasalnya saat ini bukan hanya di kota Tarempa, namun di kecamatan seperti Jemaja dan Palmatak, aktivitasnya sudah sangat luar biasa. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar