Ekonomi Belum Membaik, TNI Rakayakan Ulang Tahun Tanpa Parade Alutsista

592
Pesona Indonesia
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Foto: rmol
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Foto: rmol

batampos.co.id – Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-71 kali ini dirayakan dengan sederhana. Tak ada parade prajurit, defile alat utama sistem pertahanan (alutsista), dan demonstrasi keahlian. Hanya upacara peringatan yang digelar sederhana serentak di seluruh Indonesia.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengakui HUT TNI kali ini keluar dari kebiasaan sebelumnya. Jarang TNI menggelar hari jadinya tanpa parade prajurit dan defile alutsista.

Namun, kali ini ada pengecualian, sebab negara tengah mengalami keterpurukan ekonomi.

Karena hal itu, Gatot berinisiatif mengajukan kepada Presiden Joko Widodo agar HUT TNI ke-71 digelar sederhana.

“Ini ide dari TNI dan saya lapor kepada presiden. Dan presiden mengapresiasinya,” kata Gatot di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (5/10/2016).

Di samping itu, Gatot menilai, meski Indonesia tengah mengalami keterpurukan ekonomi, tapi ia cukup bangga. Sebab, Indonesia bisa bertahan menghadapi krisis ekonomi yang juga dirasakan oleh negara lain.

“Jadi begini, saya bangga kepada negara Indonesia sekarang. Ekonomi sekarang dalam krisis dunia. Tapi negara kita ekonominya berada di sepuluh besar terbaik di atas Inggris dan Prancis. Kita tetap bangga dalam kondisi ini, sama-sama sulit dan di luar negeri juga. Karenanya, tidak sepantasnya TNI melakukan kegiatan yang seperti dulu, demonstrasi besar-besaran,” kata Gatot.

HUT TNI kali ini mengusung tema: Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat, Profesional, Siap Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian.

Untuk itu, Gatot meminta seluruh anak buahnya tetap mengayomi masyarakat.

“Bakti TNI kepada masyarakat tidak diragukan lagi. Publik menilai kami solid dan terpercaya. Guna meneguhkan hati, jiwa TNI, saya ingatkan dan instruksikan sebagai berikut,” kata Gatot dalam amanatnya.

Gatot pun memiliki tujuh instruksi untuk anak buahnya. ‎”Pertama tingkatkan keimanan pada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral, kehidupan prajurit, berbangsa, dan bernegara,” katanya.

Kedua, Gatot menegaskan bahwa TNI merupakan garda terdepan dalam membela negara. Jika TNI kalah, maka otomatis Indonesia akan bercerai berai.‎

“Tugas TNI membuat tegak runtuhnya bangsa. Maka tempatkan tugas di atas segala-segalanya, kehormatan dan kebanggaan,” tambah dia.

Ketiga, seluruh prajurit TNI harus menjunjung tinggi kesatuan bangsa, kedaulatan Indonesia, dan berpegang pada Pancasila 1945.

“Keempat, pegang teguh sapta marga, sumpah prajurit, delapan wajib TNI, dan hak asasi manusia,” ujar dia.

‎Kelima, dia memerintahkan anak buahnya tetap mematuhi perintah atasan.‎

“Bina soliditas satuan, tegakkan rantai komando di setiap rantai sehingga tegak lurus dan tegas,” tegasnya.

Keenam, Gatot memerintahkan seluruh prajurit TNI selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan kontribusi positif.

“Selalu berinovasi dengan ilmu pengetahuan sehingga mampu mengantisipasi yang nampak dan tidak, demi berbangsa dan bernegara,” jelas Gatot.

Ketujuh, Gatot memerintahkan seluruh jajaran TNI bersikap netral pada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada 2017 mendatang.‎

“Menyikapi pilkada serentak, saya perintahkan TNI dan prajurit, wajib netral. Setiap prajurit dan institusi pantau perkembangan situasi di lingkungannya. Lapor cepat kalau ada indikasi anggota mengganggu menggagalkan pilkada,” tegas Gatot.(mg4/jpnn)

Respon Anda?

komentar