Kembali Diperiksa KPK, Irman Gusman: Saya Tak Punya Pengaruh

261
Pesona Indonesia
Ketua DPD Irman Gusman. Foto: jpnn
Ketua DPD Irman Gusman. Foto: jpnn

batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengusutan terhadap dugaan suap distribusi gula impor yang menjerat nama Irman Gusman, ketua DPD RI (non aktif).

Selasa Kemarin (4/10/2016) pejabat asal Sumatera Barat (Sumbar) itu diperiksa komisi antirasuah. Namun Irman membantah memperdagangkan pengaruhnya dalam pekara tersebut.

Irman masih membantah menerima suap dari Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto. Bahkan, dia mengaku tidak kenal dengan Xaveriandy.

Sebagai tokoh di Sumbar, di hanya kenal Memi, istri Xaveriandy. Dia juga mengaku tidak mengetahui isi bungkusan yang dibawa kedua tamunya itu saat datang ke rumah dinasnya pada  16 September lalu. Dia tidak tahu kalau bungkusan itu berisikan uang Rp 100 juta.

Irman memang mengaku menghubungi Bulog terkait dengan kondisi gula di Padang, Sumbar.

“Saya tidak mengatakan jumlahnya,” papar dia saat ditemui usai pemeriksaan di gedung KPK kemarin.

Sebelum menghubungi Bulog, dia turun ke lapangan untuk melihat kondisi di lapangan. Saat itu, harga gula di Padangan mencapai Rp 16 ribu perkilogram, seharusnya harganya Rp 14 ribu hingga Rp 14.500. Dia berharap harga gula kembali normal. Sebab, saat itu menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Sebagai perwakilan daerah, dia mempunyai tugas menyampaikan aspirasi dari daerahnya terkait gula yang semakin mahal. Bulog yang mempunyai kewenangan untuk menindaklanjuti.

Dia membantah jika dikatakan memperdagangkan pengaruh karena ia tak memiliki pengaruh untuk mengintervensi Bulog. “Saya tidak punya pengaruh,” ujar dia.

Irman menegaskan saat menghubungi Bulog tidak ada pembahasan tentang kuota. Apalagi terkait dengan fee yang akan diterima. Hubungan itu murni untuk memulihkan harga gula agar tidak mahal, karena akan menyulitkan masyarakat. Sebagai ketua DPD RI, dia mempunyai kewajiban untuk membantu masyarakat.

Terkait dengan penetapannya sebagai tersangka, Irman pun melakukan perlawanan. Dia mengajukan praperadilan.

Razman Arif Nasution, pengacara Irman Gusman menyatakan, pihaknya sudah menyiapkan bukti-bukti kuat untuk menghadapi sidang gugatan praperadilan.

“Kami sudah pelajari prosedurnya,” jelas dia. Salah satu bukti yang sudah dia siapkan adalah surat penangkapan.

Menurut dia, surat itu ditujukan kepada Xaveriandy Sutanto, tapi digunakan untuk menangkap kliennya. Jadi, operasi tangkap tangan (OTT) itu sangat janggal.

Selain itu, ada beberapa bukti lainnya. Tapi dia enggan menyebutkan bukti tersebut, karena akan dibuka di pengadilan.

“Saya tidak bisa menyebutkan, karena rahasia di pengadilan,” paparnya. Dia beranggapan yang dilakukan KPK bukan OTT. “Nanti akan kami buktikan,” lanjut dia.

Dia berharap, KPK tidak menunda penanganan praperadilan seperti kasus yang dialami Budi Gunawan. Saat itu, KPK menyatakan tidak siap, sehingga harus menunggu sampai seminggu. Proses praperadilan bisa selesai dalam seminggu, sehingga proses yang lain lebih cepat. “KPK cepat merespon, karena kami sudah siap,” ujar dia.

Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak menyatakan, lembaganya juga sudah siap menghadapi gugatan praperadilan yang diajukan Irman. Pihaknya juga mempunyai bukti untuk menghadapi gugatan tersebut.

Bagaimana dengan surat penangkapan Irman? Dia tidak bisa menjelaskan terkait surat penangkapan. “Saya tidak bisa menjawab. Nanti akan dijawab di pengadilan,” ungkap ibu satu anak itu. (lum/jpgrup)

Respon Anda?

komentar