Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memantau pembangunan pangkalan pertahanan militer di Natuna, Senin  (3/10/2016). foto:aulia rahman/batampos
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (tengah0 saat memantau pembangunan pangkalan pertahanan militer di Natuna, Senin (3/10/2016). foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Hari ulang TNI yang ke-71 tidak hanya dirayakan dengan kesederhanaan, tapi juga dengan rendah hati. Di momen spesial itu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan permintaan maafnya kepada masyarakat.

Permintaan maaf itu terkait masih adanya anggotanya yang bertindak di luar hukum dan etika sehingga megecewakan masyarakat.

“Saya selaku Panglima TNI juga menyadari ada prajurit TNI yang masih melaksanakan hal di luar kepatutan, merugikan, bahkan menyakiti masyarakat. Untuk itu dengan kerendahan hati kepada seluruh masyarakat Indonesia, saya mohon maaf sebesar-besarnya,” kata Gatot di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Rabu (5/10/2016).

Gatot memastikan institusinya akan menggalakkan reformasi internal demi memperbaiki citra TNI. Sebab, kata Gatot, tanpa dukungan masyarakat sendiri maka TNI bukan apa-apa.

“Saya berjanji akan memperbaiki dan menindak tegas prajurit saya yang melaksanakan tindakan di luar kepatutan yang merugikan bahkan menyakiti masyarakat,” tegas Gatot.

Gatot pun memerintahkan jajaran polisi militer (POM) untuk bertindak tegas terhadap anggota TNI yang nakal. Ia juga meminta masyarakat proaktif melaporkan anggota TNI yang bertindak di luar aturan.

“Saya minta kepada warga, apabila ada prajurit saya yang melakukan pelanggaran, silakan laporkan. Kemudian apabila sudah diproses penyelidikan dan penyidikan di mata hukum, awasi pelaksanaanya,” tambah Gatot.

Petinggi TNI kelahiran Tegal, Jawa Tengah itu pun berkomitmen tak akan membela anak buahnya yang melanggar hukum.

“Saya lebih membela prajurit saya 400 ribu lebih yang telah berjuang mati-matian membela nama baik TNI, daripada membela prajurit yang tidak pantas,” beber Gatot.(mg4/jpnn)

Respon Anda?

komentar