Pria di Jepang Ikut Rasakan ”Hamil 7 Bulan”

566
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Tiga pria yang menjadi gubernur di Jepang merasakan sensasi hamil. Seharian mereka mengenakan rompi seberat 7,3 kilogram atau berat rata-rata kehamilan saat 7 bulan. Hasilnya, mereka menyerah dan mengaku semakin sayang sama istri.

Ketiganya adalah Gubernur Perfektur Saga Yoshinori Yamaguchi, Gubernur Perfektur Miyazaki Shunji Kono, dan Gubernur Perfektur Yamaguchi Tsugumasa Muraoka. Ketiganya memakai ”rompi kehamilan” sebagai bentuk kampanye agar laki-laki di Jepang meluangkan waktu untuk membantu istri di rumah.

Tiga gubernur tersebut tampil dalam sebuah video kampanye berjudul The Governor Is a Pregnant Woman (Gubernur Adalah Perempuan Hamil). Video itu diputar di berbagai stasiun televisi.

Tiga gubernur itu menggunakan rompi biru yang membuncit di bagian perut dan dada. Berat rompi tersebut 7,3 kilogram dan membuat para lelaki itu tampak seperti perempuan hamil 7 bulan.

Dalam video berdurasi tiga menit tersebut, tampak salah seorang di antaranya kesulitan memakai kaus kaki. Dia mencoba beberapa kali dan gagal. Yang lainnya tampak berkeringat dan kelelahan setelah menjemur baju.

Ketiganya juga tampak sangat berhati-hati dan beberapa kali memegangi perutnya saat membawa barang belanjaan, menaiki tangga, serta berdiri di dalam bus.

”Ini (rompi kehamilan, Red) benar-benar menarik otot bahu dan punggungmu,” komplain Kono. Tiga gubernur itu memang harus mengerjakan hampir seluruh pekerjaan rumah yang biasa dikerjakan para perempuan. Termasuk mencuci piring dan menyedot debu di seluruh rumah.

Kampanye yang digagas Kyushu Yamaguchi Work-Life Promotion Campaign tersebut memang bertujuan untuk mendorong laki-laki di Jepang agar menyeimbangkan kehidupan di kantor dan di rumah. Laki-laki di Jepang memang mayoritas gila kerja. Mereka jarang membantu istri untuk urusan pekerjaan domestik.

Survei yang dilakukan Organization for Economic Cooperation and Development pada 2014 menunjukkan bahwa di dunia laki-laki di Jepang merupakan pasangan yang paling jarang membantu istri.

Survei tersebut dilakukan di 35 negara. Pria Jepang rata-rata hanya membantu pekerjaan rumah satu jam per hari. Sementara itu, perempuan –baik ibu rumah tangga (IRT) maupun ibu bekerja– harus mengerjakan pekerjaan domestik rata-rata lima jam per hari.

”Saya bisa merasakan beratnya membawa anak dalam kandungan dan mengerjakan pekerjaan rumah. Saya rasa saya harus lebih baik lagi (terhadap perempuan),” tegas bapak tiga anak tersebut.

Muraoka menambahkan bahwa sebelumnya dirinya tidak mengerti kesulitan perempuan. Setelah mengikuti kampanye tersebut, dia jadi mengerti apa yang dirasakan istrinya selama hamil berbulan-bulan.

Video kampanye itu tampaknya cukup sukses. Berdasar penelitian, 96,7 persen pria yang telah melihat video tersebut setuju bahwa mereka harus lebih membantu pekerjaan rumah dan merawat anak-anak. (AFP/The Japan Times/The Telegraph/sha/c6/any)

Respon Anda?

komentar