Tiga Hari Ini, Natuna Berpotensi Diguyur Hujan Deras

613
Pesona Indonesia
Awan gelap seperti bergulung-gulung di Selat Malaka, Minggu (21/8) sekitar pukul 11.00 WIB terlihat dari perairan Singapura. Cuaca buruk telah mengakibatkan kecelakaan di perairan Tanjungpinang, dimana 15 penumpang pompong dari Tanjungpinang tujuan Pulau Penyengat tewas tenggelam. F. Bambang Irawan untuk Batam Pos
ilustrasi F. Bambang Irawan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Natuna mengalami perbuahan cuaca ektrim, hujan lebat, disertai angin dan petir, Selasa (4/10). Cuaca buruk ini terjadi sejak beberapa hari terakhir.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ranai Asrul Saparudi mengatakan, hujan bersifat lokal dan kadang disertai guntur dan petir di wilayah Natuna.

Kondisi cuaca saat ini, kata Asrul, kecendrungan mulai banyak awan dan banyak pembentukan awan-awan rendah, sehingga berpotensi hujan ringan, sedang, hingga lebat pada pagi dan siang hari.

“Peluang 30 sampai 50 persen berpotensi hujan ringan diwilayah Natuna pagi hari, terutama daerah pulau Midai, Bunguran bagian Selatan, Serasan dan Subi,” kata Asrul, Selasa (4/10).

Sementara probabilitas 30 hingga 70 persen berpotensi hujan ringan, sedang terjadi di wilayah Natuna menjelang siang sore hari terutama sebagian Bunguran, Bunguran Barat, Pulau Tga dan Midai. Probabilitas 30-50 persen berpotensi hujan ringan wilayah Natuna malam hari terutama di daerah Pulau Laut, Bunguran bagian Selatan dan Serasan.

Tinggi gelombang laut berkisar 0,25 meter hinggan 1,5 meter terutama laut Natuna bagian Utara. Diperkirakan untuk tiga hari kedepan terjadi peningkatan kecepatan angin berkisar 10 hingga 38 kilometer per jam dari arah Selatan menuju Barat Daya.

Tidak hanya itu, terjadi peningkatan pertumbuhan awan gelap dan tebal di wilayah Natuna di pengaruhi adanya badai topan Chaba, saat ini pergerakannya ke arah Barat Laut Philipina dan adanya daerah tekanan rendah di Timur laut Philipina mulai mempengaruhi wilayah Natuna dan sekitarnya. Gelombang maksimum dapat terjadi dua kali lipat tinggi gelombang saat ini sekitar satu meter.

“Kami imbau masyarakat nelayan tetap waspada terhadap awan Comulonimbus (awan gelap dan tebal) berpotensi menimbulkan hujan lebat, guntur disertai petir dan angin kencang yang menyebabkan terjadinya gelombang laut tinggi secara tiba-tiba” imbau Asrul.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar