Tiga Jamaah Haji Indonesia yang Bawa Uang Rp 6,235 Miliar Akhirnya Dibebaskan

500
Pesona Indonesia
Jamaah Calon Haji saat akan berangkat ke tanah suci. Foto: istimewa
Jamaah Haji Indonesia. Foto: istimewa

batampos.co.id – Tiga jamaah haji asal Gresik yang ditahan kepolisian Madinah akhirnya dibebaskan karena membawa uang dalam jumlah banyak saat akan pulangke Indonesia.

Tiga jamaah haji kloter 39 Embarkasi Surabaya itu adalah Ansharul Adhim Abdullah, 47, warga Tebaloan RT 03/01 Duduksampeyan Gresik, Jatim; Sri Wahyuni Rahayu, 36 (Istri Ansharul Adhim Abdullah); dan Rochmat Kanapi Podo, 58, warga Dusun Betiring RT 03/01, Banjarsari, Cerme, Gresik.

Ketiganya dilepas setelah donatur atau pemberi dana dari Arab Saudi bersedia memberikan keterangan sebagai dokumen sumbangan resmi.

Setelah perhitungan akhir, total uang dalam pecahan US Dollar, Euro, dan Riyal yang dibawa ketiganya senilai Rp 6,235 miliar.

”Tadi (kemarin, Red) mendampingi tiga jamaah itu dalam pemeriksaan. Alhamdulillah akhirnya bisa dibebaskan,” kata Kepala Daerah Kerja Airport PPIH Arab Saudi Nurul Badruttamam, Selasa (4/10/2016).

Tiga jamaah haji asal Gresik itu tertahan di Bandara Pageran Muhammad bin Abdulaziz Madinah. Mereka dihadang petugas bandara saat hendak terbang ke tanah air, Senin (3/10/2016) malam Waktu Arab Saudi (WAS).

Penyebabnya, mereka diindikasikan membawa mata uang cash melebihi batas nilai yang ditetapkan pemerintah Arab saudi, yakni 60 ribu Riyal (Rp 210 juta).

Pemeriksaan dilakukan polisi bandara mulai Senin (3/10/2016) pukul 11.30 hingga pukul 21.00 WAS. Setelah itu, mereka  keluar dari gate internasional untuk dibawa ke Kantor Kepolisian Madinah.  Ketiganya didampingi tenaga musiman PPIH Arab Saudi Ahmad Kurniawan.

Selasa kemarin (4/10/2016), Ansharul, Sru Wahyuni, dan Rochmat menjalani penyusunan berita acara pemeriksaan di Haituttahqiq wal Iddi’au al’Am – Far’u Manthiqatul Al Madinah Al Munawwarah (semacam badan investigasi dan penuntutan umum wilayah madinah). Ketiganya didampingi Kepala Daker Airport PPIH Arab Saudi Nurul Badruttamam, perwakilan KJRI Jeddah Rofiq Rakib, dan penerjemah resmi Shokari.

”Pemberi dana dari Arab Saudi juga datang untuk memberikan keterangan bahwa uang itu memang berasal dari mereka. Itu sangat membantu upaya pembebasan tiga jamaah tersebut,” papat Nurul.

Dalam pemeriksaan itu juga terungkap bahwa dana itu akan digunakan untuk pembangunan masjid, pondok pesantren, serta yayasan yatim piatu.

Kemarin juga terungkap detail tertahannya Ansharul Adhim, Rochmat, dan Sri Wahyuni dibandara Madinah.

Awalnya, Ansharul yang merupakan pemilik semua uang itu lolos melewati gate pemeriksaan. Padahal dia membawa uang sebesar EUR 20 ribu di celana dalamnya.

Hal berbeda dialami Rochmat. Saat melewati gate pemeriksaan, petugas bandara menghentikannya lantaran curiga dia membawa uang dalam jumlah besar.

Setelah diperiksa, ternyata Rochmat membawa mata uang Euro dalam beberapa pecahen. Di antaranya pecahan EUR 500 sebanyak 523 lembar, EUR 100 sebanyak 765 lembar, pecahan EUR 50 sebanyak 200 lembar, dan mata uang Riyal sebanyak SR 17.400.

Sementara itu, Sri Wahyuni juga dihentikan petugas bandara saat melewati gate pemeriksaan. Petugas curiga lantaran tubuh perempuan yang saat itu mengenakan jaket merah tampak tidak proporsional. Ada tonjolan-tonjolan di beberapa bagian tubuhnya.

Awalnya Sri Wahyuni menolak untuk diperiksa dan membantah membawa uang dalam jumlah banyak. Akhirnya, petugas melakukan pemeriksaan secara paksa, dan akhirnya ditemukan mata uang dalam pecahan Euro dan Riyal. Bahkan jumlahnya sangat banyak dan nilainya setara Rp 5,1 miliar.

”Kalau ditotal, kemudian dihitung dengan kurs yang berlaku saat ini, milai mata uang asing yang dibawa Pak Anshrul Adhim dan dua jamaah haji lainya Rp 6,235 miliar,” imbuh Nurul.

Informasi yang beredar di kalangan petugas PPIH Arab Saudi, Ansharul Adhim sudah punya jaringan donatur di Arab Saudi.

Pada musim haji kali ini, dia mendapatkan banyak uang donatur itu. Karena fisik uang yang dia bawa sangat banyak, Ansharul menitipkannya pada Rochmat dan Sri Wahyuni.

Rochmat dipilih karena selama menjalani ibadah haji selalu berada dalam satu kamar dengannya. Sementara Sri Wahyuni dengan sukarela dititipi uaang karena merupakan istri Ansharul.  (fat/JPGrup)

Uang yang Dibawa Tiga Jamaah Haji asal Gresik

Ansharul Adhim
EUR 20.000  (kurs 14.167)    Rp 292.335.000

Sri Wahyuni
EUR 348.000 (kurs 14.167)   Rp 5.086.629.000
SAR 3.468 (kurs 3.468)        Rp 60.339.894

Rachmat Kanapi
USD 50.000 (kurs 13.010)    Rp 650.500.000
EUR 10.000 (kurs 14.167)    Rp 146.167.000
Total uang yang dibawa    Rp 6.235.971.394

Respon Anda?

komentar