Ini Tujuh Instruksi Jenderal Gatot di Ultah TNI ke-71

1416
Pesona Indonesia
Panglima TNI, Gatot Nurmantyo. (foto: jpnn)
Panglima TNI, Gatot Nurmantyo. (foto: jpnn)

batampos.co.id – Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, menyampaikan amanatnya saat upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) angkatan bersenjata kebanggan RI yang ke-71 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (5/10).

Pada perayaan HUT TNI ke-71 yang bertema Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat, Profesional, Siap Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian itu, Gatot meminta seluruh anak buahnya tetap mengayomi masyarakat.

“Bakti TNI kepada masyarakat tidak diragukan lagi. Publik menilai kami solid dan terpercaya. Guna meneguhkan hati, jiwa TNI, saya ingatkan dan instruksikan sebagai berikut,” kata Gatot dalam amanatnya.

Gatot pun memiliki tujuh instruksi untuk anak buahnya.

‎”Pertama tingkatkan keimanan pada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral, kehidupan prajurit, berbangsa, dan bernegara,” katanya.

Kedua, Gatot menegaskan bahwa TNI merupakan garda terdepan dalam membela negara. Jika TNI kalah, maka otomatis Indonesia akan bercerai berai.‎

“Tugas TNI membuat tegak runtuhnya bangsa. Maka tempatkan tugas di atas segala-segalanya, kehormatan dan kebanggaan,” tambah dia.

Ketiga, seluruh prajurit TNI harus menjunjung tinggi kesatuan bangsa, kedaulatan Indonesia, dan berpegang pada Pancasila 1945.”Keempat, pegang teguh sapta marga, sumpah prajurit, delapan wajib TNI, dan hak asasi manusia,” ujar dia.

‎Kelima, dia memerintahkan anak buahnya tetap mematuhi perintah atasan.‎ “Bina soliditas satuan, tegakkan rantai komando di setiap rantai sehingga tegak lurus dan tegas,” tegasnya.

Keenam, Gatot memerintahkan seluruh prajurit TNI selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan kontribusi positif. “Selalu berinovasi dengan ilmu pengetahuan sehingga mampu mengantisipasi yang nampak dan tidak, demi berbangsa dan bernegara,” jelas Gatot.

Ketujuh, Gatot memerintahkan seluruh jajaran TNI bersikap netral pada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada 2017 mendatang.‎

“Menyikapi pilkada serentak, saya perintahkan TNI dan prajurit, wajib netral. Setiap prajurit dan institusi pantau perkembangan situasi di lingkungannya. Lapor cepat kalau ada indikasi anggota mengganggu menggagalkan pilkada,” tegasnya. (mg4/jpnn)

Respon Anda?

komentar