Anambas Butuh Gudang Logistik, Antisipasi Musim Angin Utara

913
Pesona Indonesia
Proyek gudang logistik di Tanjung Momong, Tarempa. foto: syahid/batampos
Proyek gudang logistik di Tanjung Momong, Tarempa. foto: syahid/batampos

batampos.co.id – Gudang logistik sangat dibutuhkan masyarakat, sehingga pemda harus berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan gudang itu. Gudang logistik sangat berfungsi menstabilkan harga ketika musim gelombang tinggi (musim utara) melanda Anambas.

Soal dimana bangunan itu didirikan, apakah melanjutkan bangunan yang lama yang ada di Tanjung Momong Tarempa atau di tempat lain, tak jadi masalah. Asal sesuai dengan prosedur.

“Terserah, pemerintah mau bangun gudang dimana, tapi yang pending ada dan mudah dijangkai transportasi,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat tarempa Nandri kepada wartawan Rabu (5/30).

Ia berpendapat, jika memang dibangun ditempat yang lama, maka pagu dana yang digunakan harus sesuai dengan sisa dana yang sebelumnya sudah terpakai. Jika tidak maka dikhawatirkan akan terjadi temuan.

Kalau mencari tempat baru, maka dikhawatirkan bangunan awal yang hanya selesai 7 persen itu tidak bisa dimanfaatkan seihngga akan terjadi total loss. “Kalau total loss itu sudah pasti akan bermasalah dengan hukum,” ungkapnya lagi.

Menurutnya pemerintah daerah harus melanjutkan pembangunan ditempat yang sama karena sayang jika tidak dilanjutkan. “Jika dilanjutkan ditempat baru, sudah pasti akan menghabiskan biaya saja karena ada kemungkinan membebaskan lahan dan sebagainya,” ungkapnya.

Sebelumnya, gudang logistik sebenarnya pernah dibangun pada tahun 2015 silam. Namun tidak dapat diselesaikan akibat terkendala waktu. Sehingga kegiatan tersebut menjadi silpa DAK dan menjadi hutang pemerintah karena mesti diselesaikan pembangunannya. Jadi tidak ada masalah dikerjakan pada tahun 2017 mendatang. “Yang jelas dana tersebut masih ada dan tidak dipergunakan, dan kewajiban daerah untuk menganggarkannya kembali,” jelasnya.

Kepala Dinas Perindagkop dan UKM, Linda Maryati, mengatakan untuk tahun 2016 pembangunannya tidak dapat dilaksanakan. Sebab, lokasi pembangunan lama sudah tidak bisa dibangun lagi karena akan berbenturan dengan Perda. “Akhirnya kita mencari lokasi baru untuk pembangunannya,” jelas Linda saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/10)

Direncanakan, pembangunan gudang logistik pada tahun 2017 menelan dana sekitar Rp 4,9 miliar. Menurut Linda pihaknya saat ini sedang mencari lokasi baru yang cocok untuk dibangun gudang logistik tersebut. “Sejumlah tempat sudah kita tinjau seperti Teluk Rambut, Teluk Ret, Temburun dan lainnya, namun sepertinya Telok Rit akan menjadi lokasi yang ideal,” tukasnya.

Dalam pembangunannya nanti, kata Linda, akan terintegrasi dengan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah lain seperti Dinas Perkerjaan Umum, Bappeda, Dinas Perhubungan dan Bagian Adpum. “Mereka itu punya bagian masing-masing dalam pembangunanya nanti sehingga pembangunan Gudang logistik nanti siap dengan pelabuhan, dan jalannya,” paparnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar