Barang Tanpa SNI Asal China Beredar Bebas di Bintan

997
Pesona Indonesia
Barang berlabel SNI.
Barang berlabel SNI.

batampos.co.id – Barang-barang elektronik buatan negara China yang tak memiliki logo Standard Nasional Indonesia (SNI) masih banyak dijual bebas di seluruh toko dan swalayan se Kabupaten Bintan. Bahkan jumlah barang ilegal yang didagangkan itu kian menjamur.

“Sekitar 50 toko dan swalayan yang dagangkan barang ilegal tak berlogo SNI itu,” ujar salah satu Anggota Satpol PP Bintan, Jono ketika dikonfirmasi, Selasa (4/10).

Sementara itu, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Bintan, Setia Kurniawan menegaskan kepada pedagang yang menjual barang tak dilengkapi logo SNI maka akan diancam Undang-Undang (UU) Perdagangan Nomor 7 tahun 2014.

“Dikenakan Pasal 113 dengan sanksi pidananya bagi pelaku usaha baik importir dan distributor hukuman pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar,” katanya.

Barang berlogo SNI itu telah diberlakukan secara wajib di Indonesia. Bahkan kewajiban mematuhi SNI diatur dalam pasal 57, yaitu pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang di dalam negeri yang tidak memenuhi SNI.

Agar barang-barang tak berlogo SNI itu dapat diketahui keberadaannya, Disperindagkop dan UKM Bintan meminta kepada masyarakat untuk bersikap aktif dalam mengecek barang dan melaporkan bila ada produk yang tidak SNI ataupun kedaluarsa.

“Kami akan lakukan razia secara terus menerus ke seluruh toko dan swalayan. Jika kedapatan ada yang jual barang tak Berlogo SNI. Maka harus siap dikenakan sanksinya,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar