Bekas Gusuran Simpang Frengky Janjinya Mau Dibuat Taman, Faktanya?

526
Pesona Indonesia
Kios liar di Simpang Frengky sudah rata dengan tanah. Foto: Rezza Herdiyanto/ Untuk Batam Pos
Kios liar di Simpang Frengky sudah rata dengan tanah. Foto: Rezza Herdiyanto/ Untuk Batam Pos

batampos.co.id – Janji Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk membuat taman di bekas gusuran kios liar belum terlaksana hingga kini. Bahkan, puing-puing bekas bangunan dibiarkan teronggok begitu saja di row jalan Simpang Frengky menuju Simpang Kalista.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan belum bisa membuat taman di bekas bangunan liar tersebut. Hal itu dikarenakan akan ada pelebaran jalan di ruas jalan tersebut.

“Taman belum dulu. Kita masih akan melakukan pelebaran jalan tahun depan,” ujar Rudi usai menghadiri acara PKK di Hotel Vista, Rabu (5/10/2016).

Menurut dia, pihaknya bisa membuat taman setelah row jalan jelas usai perbaikan. Sebab, ia tak ingin membuang biaya sia-sia jika langsung membuat taman dibekas bangunan liar tersebut.

“Kalau saya buat sekarang, ternyata berbeda dengan rencana kita dan akhirnya dibongkar. Jadi harus tau ROW dulu. Dinas PU jalannya mana, pertamanan mana. Kalau kita bangun taman dulu besok diroboh lagi,” jelas Rudi.

Rudi menekankan jika ia punya rencana besar untuk perbaikan seluruh infrastruktur di Batam. Sehingga bisa mendatangkan investor untuk berinvestasi di Batam.

“Saya juga ingin Batam ini terlihat bagus, makanya semua saya rombak dan perbaikan. Siapa yang tak ingin Batam maju apalagi menjadi tujuan investasi,” tekan Rudi.

Namun, lanjut Rudi, pembangunan Batam tidak bisa dilakukan sekaligus dan langsung. Harus ada tahapan dan proses.

“Semua itu ada tahapan. Yang penting tujuan untuk perbaikan ini jalan. Saya ingin Batam tak hanya jadi kota industri, tapi juga metropolitan,” pungkas Rudi. (she)

Respon Anda?

komentar