Bintan Jadi Kawasan Pilot Project Hayati Laut Indonesia

729
Pesona Indonesia
Kasi Pelestarian Keanekaragaman Hayati, Direktorat Konservasi Keanegaragaman Hayati Laut, KKP, Suraji sedang membahas penetapan Konservasi Hayati Laut Bintan bersama jajaran Pemkab Bintan di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bintan, Rabu (5/10/2016). Foto: KKP
Kasi Pelestarian Keanekaragaman Hayati, Direktorat Konservasi Keanegaragaman Hayati Laut, KKP, Suraji sedang membahas penetapan Konservasi Hayati Laut Bintan bersama jajaran Pemkab Bintan di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bintan, Rabu (5/10/2016). Foto: KKP

batampos.co.id – Direktorat Konservasi Keanegaragaman Hayati Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadikan Kabupaten Bintan sebagai pilot project percontohan konservasi hayati atau keanekaragaman hewan laut di Indonesia.

Perairan di kabupaten ini dinilai memiliki potensi keanekaragaman ikan laut yang masih terjaga kelestariannya.

“Bagi KKP, Bintan itu sangat spesial. Jadi kita akan fokuskan kawasan konservasi jenis Kuda Laut di Perairan Bintan,” ujar Kasi Pelestarian Keanekaragaman Hayati, Direktorat Konservasi Keanegaragaman Hayati Laut, KKP, Suraji ketika ditemui di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bintan, Rabu (5/10/2016).

“Selain Kuda Laut, empat jenis hewan lautnya juga akan kita jadikan konservasi hayati percontohan di Indonesia ,” tambahnya.

Dikatakannya, ada 20 jenis ikan yang dimasukkan kedalam aturan perlindungan konservasi hayati laut oleh KKP di tahun ini. Dari jumlah itu, Bintan ditetapkan sebagai kawasan konservasi perlindungan dan pelestarian untuk empat jenis hewan laut. Diantaranya Konservasi Kuda Laut, Penyu, Kima, dan Dugong.

Konservasi Kuda Laut, Kata dia, KKP menetapkan lokasinya di Perairan Pantai Sakera, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara.

Kemudian untuk Konservasi Penyu ditetapkan di kawasan perairan Pantai Pariwisata Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong dan Perairan di Kecamatan Tambelan.

Konservasi Kima akan dilakukan di Pantai Trikora, Kecamatan Gunung Kijang dan Konservasi Dugong di Perairan Tanjung Berakit dan Pengudang di Kecamatan Teluk Sebong.

“Untuk di lautnya akan kita buat sangkuari atau perlindungan hewan laut di alamnya. Sedangkan di darat akan kita buat lokasi pusat pendidikan dan pengembangbiakan,” katanya.

Selain Bintan, lanjutnya, ada beberapa wilayah di Provinsi Kepri yang KKP tetapkan sebagai Kawasan Konservasi Hayati Laut Percontohan. Yaitu di Kabupaten Lingga ditetapkan sebagai Konservasi Hayati Laut jenis Tripang. Kemudian untuk Kota Batam akan dibentuk lokasi Konservasi Lola. Berikutnya, Konservasi Napoleon akan dilakukan di Kabupaten Anambas.

Jika semua Kawasan Konservasi Hayati Laut itu sukses dilaksanakan, sambungnya, KKP akan menetapkan sembilan konservasi-konservasi hayati laut lainnya di beberapa provinsi se Indonesia.

Diantaranya Konservasi Hiu dan Parimanta akan ditetapkan di Pulau Raja Ampat, Provinsi Papua, Konservasi Paus ditetapkan di Taman Laut Sau, Nusa Tenggara Timur (NTT), Konservasi Bambu Laut di Provensi Sulawesi Selatan, Konservasi Kima di Provinsi Tapanuli Tengah dan Konservasi Penyu di Pulau Piyeh, Provinsi Sumatra Barat.

“Kami akan gandeng Tim CEF asal Qatar, Muhammad Bin Zazet. Beliau akan membantu kita untuk Konservasi Dugong,” pungkasnya. (ary)

Respon Anda?

komentar