Faskes di Lingga Butuh Pembenahan

488
Pesona Indonesia
Plafon ruang inap pasien kamar Nomor 8 Cindai RSUD Daik Lingga yang ambruk, Jumat (30/9). foto: Hasbi/Batampos
Plafon ruang inap pasien kamar Nomor 8 Cindai RSUD Daik Lingga yang ambruk, Jumat (30/9). foto: Hasbi/Batampos

batampos.co.id – Sekretaris Komisi III DPRD Lingga, Said Agus Marli mengatakan Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga harus kurangi kegiatan serimonial. Pasalnya, masih banyak fasilitas kesehatan (faskes) khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Daik pusat Ibukota kabupaten yang perlu dibenahi.

Beberapa waktu lalu, ambruknya palfon ruang kamar inap Cindai nomor 8 menjadi sorotan serius komisi III DPRD Lingga.  Kondisi kenyamanan para pasien dan keluarga, serta kebersihan dan fasilitas perlu ditingkatkan dinas terkait.

“Kami memaklumi minimnya anggaran daerah hari ini. Tapi untuk pelayanan, sarana prasarana serta fasilitas kesehatan harus tetap jadi prioritas utama. Kami minta dinas kurangi kegiatan-kegiatan serimonial,” ungkap Agus kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Rabu (5/10/2016).

Pelayanan kesehatan dan kenyamanan ruang inap pasien kata Agus harus menjadi tanggung jawab serius dinas terkait. Selama ini, dikatakannya banyak keluhan masyarakat kotornya ruang inap karena kebersihan yang tidak terjaga.

“Banyak keluhan fasilitas dan kebersihan di RSUD dari masyarakat. Kami minta dinas lebih berperan dalam hal ini. Dari awal pembentukan kabupaten RSUD di Daik itukan awalnya Puskesmas kecamatan yang dirubah menjasi RS. Jadi sangat wajib dan perlu masyarakat mendapat RS yang baik dan layak. Sudah saatnya dipusat ibukota punya RSUD yang standar,” timpalnya.

Senada dengan itu, Ketua Komisi III, Nordin menambahkan kejadian ambruknya plafon ruang inap pasien terjadi setelah dilakukan pembahasan APBDP 2016. Sehingga tidak mungkin pihaknya mengubah kembali anggaran yang telah dibahas. Namun untuk rehab seluruh plafon ruang inap di RSUD kata Nordin, dinas cukup mampu melakukan perbaikan dengan anggaran yang ada.

“Kejadian itu setelah pembahasan APBDP. Jadi tidak mungkin kita rubah. Dinas sendiri kami kira mampu memperbaiki dari anggaran yang ada dengan mengurangi kegiatan serimonial. Tahun depan RSUD mejadi prioritas kami,” tuturnya. (mhb)

Respon Anda?

komentar