Jenderal Gatot Perkuat Pertahanan di Pulau-Pulau Terluar

334
Pesona Indonesia
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memimpin upacara peringatan HUT ke-71 TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Rabu (5/10/2016). FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memimpin upacara peringatan HUT ke-71 TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Rabu (5/10/2016). FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

batampos.co.id – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, TNI akan berupaya ambil bagian dalam pembangunan di pulau-pulau terluar NKRI.

Menurutnya, pembangunan pulau terluar menjadi hal yang strategis dan prioritas untuk dilakukan dalam rangka mendukung TNI yang notabene merupakan alat pertahanan negara.

Bahkan TNI kini terus memperkuat keberadaan TNI di pulau-pulau terluar dengan membangun infrastruktur pertahanan. Seperti yang sedang dikerjakan, papar Gatot, dilakukan di Pulau Natuna, Pulau Yamdena, Pulau Selaru, Pulau Morotai, Pulau Biak, dan Kabupaten Merauke.

Selain fokus pada pembangunan pulau terluar, Gatot juga mengatakan bahwa TNI akan terus melakukan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).

“Selain itu pengembangan organisasi, pembangunan sarana prasarana di pulau-pulau strategis yang disesuaikan dengan dinamika perkembangan lingkungan strategis dan ketersedian anggaran,” terangnya, saat upacara memperingati HUT ke-71 TNI yang digelar sederhana di lapangan Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim), rabu (5/10/2016).

Tidak hanya itu, Gatot juga menekankan agar para prajuritnya menjaga perilaku ketika berada di tengah-tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikan terkait dengan masih terjadinya tindakan kekerasan yang dilakukan oknum anggota TNI kepada masyarakat sipil.

Kasus terakhir adalah kekerasan yang dilakukan terhadap seorang jurnalis beberapa waktu lalu.

“Tindakan negatif sekecil apapun akan mengganggu bahkan merusak jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara Nasional, dan tentara profesional,” ujar Gatot.

Di dalam sambutannya menyampaikan sejumlah instruksi kepada prajuritnya. Salah satunya berkaitan dengan pesta Pilkada serentak pada 2017 mendatang. Prajurit TNI wajib menjaga sikap netral.

“Laporkan apabila ada indikasi tindakan ketidaknetralan prajurit dan PNS TNI,” tegasnya. (dod/jpg)

Respon Anda?

komentar