Kepri Wajib Punya RSJ

475
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Pemerintah akan segera mengeluarkan peraturan yang mewajibkan setiap provinsi membangun minimal satu rumah sakit jiwa (RSJ). Saat ini, Kepri merupakan satu dari delapan provinsi di Indonesia yang belum memiliki RSJ.

“Kewajiban ini akan diatur dalam instruksi presiden yang masih digodok saat ini. Ditargetkan mulai efektif tahun 2017 nanti,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Keswa dan Napza Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Fidiansjah, Rabu (5/10).

Dalam Inpres tersebut, nantinya Pemda juga diminta melengkapi RSJ dengan keberadaan psikiater. Bisa dengan pemberian beasiswa untuk program tersebut. ”Selain itu, untuk penyebaran yang merata, pemerintah akan mewajibkan dokter spesialis praktek di daerah,” ungkapnya.

Fidiansjah mengatakan, saat ini sudah ada beberapa program pendukung di Kemenkes untuk menguatkan pelayanan kesehatan jiwa ini. Untuk tenaga kesehatan, Kemenkes memperkuat dengan pelatihan pada tenaga kesehatan soal kesehatan jiwa.

”Seperti perawat. Kita tambahkan kompetensi untuk mendeteksi sehingga bisa menemukan di lingkungan mereka. Dengan begitu, bisa segera dirujuk dan penanganan dini dapat dilakukan,” paparnya.

Selain Kepri, ada tujuh provinsi lainnya yang belum memiliki RSJ. Yakni Banten, Gorontalo, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Maluku, dan Papua Barat.

Sementara Ketua Asosiasi Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat Indonesia (Arsawakoi) Bambang Eko Suryananto mengatakan, kesenjangan pengobatan gangguan jiwa masih besar. Baru 11,9 persen masyarakat yang mengalami cemas dan depresi mendapat layanan kesehatan jiwa. Kurangnya fasilitas dan tenaga kesehatan jadi salah satu faktor utama.

Dari data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), prevalensi gangguan jiwa di Indonesia berdasarkan riskesdas 2013, jumlah gangguan jiwa mental emosianal mencapai 14 juta orang, gangguan jiwa berat 400 ribu dan yang membutuhkan perawatan di rumah sakit jiwa (RSJ) 28 ribu.

Besarnya jumlah itu ternyata belum disertai jumlah fasilitas  dan tenaga kesehatan yang ada. Hingga saat ini, tercatat baru 34 Rs (1 RS ketergantungan obat dan 33 RSJ) yang mengakomodasi pelayanan kesehatan jiwa ini. Jumlah itu tersebar di 26 provinsi. Dengan kata lain, delapan provinsi lainnya masih belum tersedia. Salah satunya di Kepri.

Kata Bambang, dari jumlah RS pun tidak bisa mengakomodir seluruh kebutuhan pelayanan. Ditinjau dari ketersediaan tempat tidur, hanya sekitar 5.800 yang tersedia.

”Padahal kebutuhan dilihat dari yang perlu dirawat mencapai 28 ribu,” tuturnya di Jakarta, kemarin.

Ketidakidealan ini pun linier dengan jumlah tenaga kesehatan jiwa yang ada. Menurutnya, hingga kini hanya ada kurang lebih 700 psikiater di Indonesia. Itupun, hampir 70 persen di Pulau Jawa dan 250 diantaranya di Jakarta. Padahal, risiko gangguan kesehatan jiwa bisa terjadi di setiap orang di setiap provinsi.

”Jadi bisa dibayangkan bagaimana mereka yang ada di Papua, hanya ada dua orang psikiater saja,” ungkapnya. (mia/jpgrup)

Respon Anda?

komentar