Nama Calon Direktur RSUD Karimun Sudah di Tangan Bupati, Dilantik Besok

1026
Pesona Indonesia
 Bupati Karimun Aunur Rafiq. foto:tri haryono/batampos
Bupati Karimun Aunur Rafiq. foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Dari lima orang dokter yang mengikuti seleksi calon direktur RSUD Karimun, tiga orang memiliki nilai yang hampir sama. Tiga calon yang lolos seleksi tersebut adalah Dr Suharyanto, Dr Zulhadi dan Dr Ade Kristiawan. Hasil seleksi ini sudah diserahkan ke Bupati Karimun.

”Memang benar, ada tiga nama teratas yang telah dinilai oleh tim seleksi dan diserahkan ke saya dua hari lalu. Kemudian, pada Selasa (4/10) malam, ketiganya langsung saya tes satu per satu secara terpisah. Khususnya, menjalani wawancara. Tujuan diadakannya wawancara yang langsung berhadapan dengan saya tidak lain untuk benar-benar mendapatkan seorang pemimpin rumah sakit yang mampu menjadikan RSUD itu ke arah yang lebih baik,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq kepada koran Batam Pos, Rabu (5/10).

RSUD Karimun itu, katanya, berdiri sudah lembih dari 5 tahun. Bukan itu saja, kondisi bangunannya cukup mewah, namun pelayanannya sering dikeluhkan oleh masyarakat. Untuk itu, tiga calon itu dia langsung yang mewawancara. Tujuannya adalah untuk mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten Karimun dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat dari berbagai lapisan.

Selain untuk meningkatkan pelayanan kesehatan seluruh masyarakat, calon direktur RSUD juga harus memiliki kemampuan untuk benar-benar menjadi pemimpin di dalam rumah sakit. Tidak hanya memimpin para dokter yang ada di RSUD tapi juga mampu memimpin sampai ke level cleaning service. “Sehingga, RSUD kita benar-benar menjadi pilihan tempat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan oleh mayarakat dan mampu bersaing dengan rumah sakit swasta,” papar Rafiq.

Menurut Bupati, wawancara yang dilakukan Selasa malam lalu itu adalah proses pemilihan akhir. Bupati pun mengakui sudah memiliki satu nama yang memiliki kemampuan dari tiga nama tersebut. ”Hanya saja saya tidak akan menyebutkan nama itu sekarang. Melainkan, baru akan disebutkan pas pada saat pelantikan yang akan dilksanakan pada Jumat (7/10) pekan ini. Karena, tidak etis jika disebutkan sebelum dilantik,” jelasnya. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar