Pakar Hukum Pidana: Jessica Masih Berpeluang untuk Bebas

989
Pesona Indonesia
Jessica dan kuasa hukumnya Otto Hasibuan. Foto: jpnn
Jessica dan kuasa hukumnya Otto Hasibuan. Foto: jpnn

batampos.co.id – Pakar hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, menilai tuntutan 20 tahun yang oleh jaksa penuntut umum untuk Jessica Kumala Wongso sebagai hal yang wajar.

Seperti diketahui, jaksa menuntut 20 tahun karena yakin Jessica telah melakukan pembunuhan berencana atas Wayan Mirna Salihin.

Menurut Fickar, ada tiga tuntutan maksimal dalam hukum pidana. Yakni, 20 tahun penjara, hukuman penjara seumur hidup, dan hukuman mati.

“Sudah sangat biasa kalau jaksa menuntut hukuman mati untuk pembunuhan berencana,” jelasnya.

Fikar menyatakan, tuntutan 20 tahun kepada Jessica menunjukkan adanya alasan tertentu. Bisa jadi, jaksa terpengaruh saksi ahli. Misalnya, tidak terlihat kekejian dan kesadisan dalam pembunuhan Mirna.

“Fakta sidang justru tidak menunjukkan kekejian pembunuhan dengan meracun ini,” ungkapnya.

Perang argumen antara jaksa dan pengacara dalam sidang akan mengarahkan hakim pada tiga opsi. Yakni, terbukti, tidak terbukti, atau meragukan.

“Ada kemungkinan kasus ini meragukan. Bila meragukan, bisa jadi idiom kalangan hakim. Yakni, lebih baik membebaskan sepuluh orang bersalah daripada memenjarakan satu orang tidak bersalah,” tandasnya. (nug/idr/c5/ca)

Respon Anda?

komentar