Tangkal Kebocoran, Pemko Tanjungpinang Terapkan Parkir Bulanan

1178
Pesona Indonesia
Mulai hari ini parkir di Tanjungpinang, khususnya di Tepilaut menggunakan karcis. foto:yusnadi/batampos
Parkir kendaraan di Tanjungpinang akan menggunakan retribusi bulanan. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Berulang kali terjadinya raupan retribusi parkir yang di luar perkiraan, membuat Pemerintah Kota Tanjungpinang menginginkan agar hal serupa tak terus berulang. Langkah paling mutakhir yang ditempuh adalah dengan mulai menggalakkan parkir bulanan.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengutarakan, aturan parkir bulanan ini sudah mulai diterapkan. “Kami memulai dari aparatur dulu. Saya harapkan mereka bisa menjadi teladan yang baik buat masyarakat,” ungkapnya, Rabu (5/10).

Menurut Lis, penerapan parkir bulanan adalah solusi nyata untuk menangkal kebocoran pendapatan daerah melalui retribusi parkir. Sebab dengan begitu akan mempersempit peluang juru parkir bermain culas dengan tidak memberikan karcis kepada para pelanggan. Belum lagi, tambah Lis, bila diestimasi rata-rata biaya parkir bulanan bakal jauh lebih murah ketimbang parkir biasa.

“Selain lebih murah tentu lebih mudah. Karena tidak lagi perlu pusing menyiapkan uang kecil ketika bepergian kan,” ujarnya.

Minggu depan, rencananya Lis bakal memimpin langsung rapat evaluasi perparkiran di Tanjungpinang. Termasuk menyangkut estimasi sumbangannya terhadap pendapatan daerah. “Nanti dari rapat itu kami melihat hal-hal mana lagi yang mesti diperbaiki,” katanya.

Tahun 2016 ini, target raupan retribusi parkir senilai Rp 750 juta. Angka ini naik dari tahun lalu sekitar Rp 400 juta. Bahkan, di APBD Perubahan 2016 ini, target ini dinaikkan menjadi sekitar Rp 1,2 miliar setahun.

Sedangkan saat ini, penerimaan parkir setiap bulan rata-rata hanya Rp 29,4 juta. Masih jauh dari target yang dipatok. Adapun saat ini ada 140 titik parkir dan juru parkir di Tanjungpinang yang pendapatannya kalau dirata-ratakan hanya Rp 70 ribu per hari.

“Dan itu memang masih sangat jauh dari apa yang kami inginkan. Makanya akan kami evaluasi lagi ke depannya,” pungkas Lis. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar