TNI Prioritaskan Pertahanan di Natuna, Tambah KRI dan Rudal

1445
Pesona Indonesia
Unsur-unsur KRI jajaran Koarmabar bersiap untuk melaksanakan Latihan Geladi Tugas Tempur (Glagaspur) Tingkat III/L-3 Terpadu di Perairan Selat Lampah dan Laut Natuna. FOTO: Dispen Koarmabar for JPNN.com
 FOTO: Dispen Koarmabar for JPNN.com

batampos.co.id– Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan memperkuat pertahanan di lima pulau terdepan di negeri ini. Natuna merupakan salah satu prioritas dari program penguatan sistem pertahanan tersebut.

“Prioritasnya adalah Pulau Natuna, Pulau Yamdena, Pulau Selaru, Pulai Morotai, dan Pulau Biak,” ujar Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat membacakan pidato dalam upacara HUT ke-71 TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (5/10).

Dari kelima pulau tersebut, Pulau Natuna dianggap sebagai salah satu titik terpenting. Sebab, aparat Indonesia beberapa kali kecolongan di sana. Kapal asal Cina beberapa kali berhasil menangkap ikan secara ilegal di perairan sekitar pulau itu dan baru berhenti apabila ditindak pasukan TNI AL.

Gatot mengatakan, pembangunan pertahanan di lima pulau terluar, khususnya Natuna, itu meliputi perbaikan sarana-prasarana utama serta modernisasi alat utama sistem persenjataan. Penggunaannya bergantung pada dinamika perkembangan di lokasi dan ketersediaan anggaran.

“Untuk alutsista, belum ada yang datang tahun ini. Pada 5 Oktober 2017, sudah mulai berdatangan alutsista yang baru,” ujarnya.

Beberapa alutsista yang akan dipakai untuk pertahanan di sekitar pulau terluar umumnya berupa rudal dan kapal perang. Sayangnya Gatot tak merinci jumlah rudal dan kapal perang (KRI) yang akan ditempatkan di Natuna.

Gatot menyatakan, Kamis (6/10) hari ini dirinya akan ke Natuna menyaksikan latihan gabungan TNI AU Angkasa Yudha di gerbang utara Indonesia itu. Dalam latihan gabungan itu akan dipertunjukkan kekuatan alutsista TNI AU dalam mengamankan perbatasan-perbatasan terluar Indonesia, seperti Pulau Natuna dan perairannya.

Namun Gatot menegaskan bahwa tidak ada niat untuk show force ataupun memperingatkan Cina di balik pemilihan Natuna sebagai lokasi latihan.

“Saya terima kasih saja kalau disebut sedang show force,” ujarnya.

Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga dijadwalkan akan berkunjung ke Natuna, hari ini. Selain menyaksikan latihan gabungan TNI AU Angkasa Yudha, Jokowi juga akan meresmikan dua proyek di sana.

Kadispen TNI Angkatan Udara, Marsma Jemi Tri Sonjaya mengatakan latihan puncak yang dinamakan Angkasa Yudha 2016 tersebut terdiri dari tahapan-tahapan yang melibatkan beberapa satuan.

“Untuk melihat profesionalisme dan kesiapan operasi hasil latihan TNI dengan melibatkan 73 pesawat tempur, angkut dan heli dan diikuti lebih dari 2000 personel,” ujarnya lewat pesan singkat, kemarin.

Dia menegaskan, latihan tersebut tak ada kaitannya dengan situasi Laut Cina Selatan yang tengah bergejolak akibat aktivitas pemerintah Negeri Tirai Bambu itu di perairan tersebut.

Terpisah, Menteri Perhubungan Budi Karya mengungkapkan Presiden bakal meresmikan runway Lanud Ranai sepanjang 2.500 meter. Selain itu, Jokowi juga akan meresmikan pelabuhan sandar berstandar internasional di Natuna. (flo/jpgrup)

Respon Anda?

komentar