Anambas Sudah Punya Entry dan Exit Point

543
Pesona Indonesia
Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Kota Tarempa Ikhsanul. foto:syahid/batampos
Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Kota Tarempa Ikhsanul. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas sudah memiliki entry dan exit point sejak 18 April 2016. Jadi turis asing yang akan datang ke Anambas saat ini sudah bisa langsung masuk tanpa melalui Batam maupun Bintan. Hal ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 17 tahun 2016 tentang tempat pemeriksaat imigrasi tertentu, syarat dan tujuan kedatangan bagi orang asing yang mendapatkan bebas visa kunjungan.

Hanya saja untuk fasilitas yang dibutuhkan seperti pelabuhan internasional dan standarisasi keamanannya belum memadai seperti yang ada di Batam maupun di Bintan. Di Tarempa hanya ada pelabuhan pemerintah dan pelabuhan Pelni.

“Semua turis atau orang asing yang datang ke Anambas sudah bisa melakukan clereance in dan out dari Tarempa tanpa melalui Batam atau Bintan, seperti turis yang ikut acara relly partners of sail Malaysia Passage to the east, kemarin, semuanya melakukan clearance in out di Tarempa,” ungkap Kepala Imigrasi Kelas III Tarempa, Ikhsanul Humala Pane.

Pihaknya sudah melakukan koordinasi kepada pemda dan sudah memberitahukan kepada pemda bahwasanya saat ini pemda sudah memiliki exit dan entry point sendiri. “Kita juga sudah meminta kepada pemda untuk mensosialisasikan hal ini supaya lebih maksimal,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, untuk memudahkan pengawasan orang asing, pihak Imigrasi pusat sudah memerintahkan untuk membentuk tim pengawasan orang asing (PORA). Hal ini wajib dilakukan karena untuk mempermudah pengawasan orang asing.

Lanjutnya, Kepala Divisi Kanwil Hukum dan HAM Kepri, Rustanto, sudah meminta agar Imigrasi Tarempa membentuk tim pengawasan orang asing yang terdiri dari pihak Imigrasi sendiri, pemerintah dan instansi vertikal seperti TNI Polri.

“Kita sudah keluarkan SK Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Tarempa Nomor: W.32.IMI.IMI.8.0128.GR.03.02 tahun 2016 pada 20 Juni lalu,” jelasnya.

Sementara itu keberadaan entry dan exit poin di Anambas ini belum disadari oleh pihak pemerintah daerah sendiri. Hal ini terlihat dari ungkapan Wakil Bupati Kepulauan Anambas Wan Zuhendra, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan jika penetapan entry dan exit point di Anambas tinggal menunggu keputusan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia. Sejumlah pertemuan pun, diakuinya dilakukan untuk menggesa entry dan exit point tersebut. “Saya dua kali mengikuti rapat. Belum lama ini pun, sempat menghubungi Kementrian Perhubungan. Pada prinsipnya mereka mendukung,” ujarnya.

Ia menambahkan, Anambas dianggap memenuhi persyaratan terkait penambahan entry dan exit point. Syarat yang harus dipenuhi tersebut diantaranya mulai dari sarana pendukung termasuk Custom Imigration Qurantine and Port (CIQP).

“Ini merupakan syarat yang mutlak, termasuk mengenai sarana pendukungnya. Untuk check pointnya, secara terfokus nanti akan berada di Pelabuhan Tarempa,” ungkapnya.

Seperti diketahui, di Provinsi Kepulauan Riau, Nongsa Point Marina, Batam dan Lagoi di Bintan menjadi daerah yang sudah ditetapkan masuk dalam kawasan exit dan entry point. Upaya untuk merealisasikan exit dan entry point ini pun, diketahui terus diupayakan sejak Bupati Tengku Mukhtaruddin. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar