Disdik Tak Proaktif Sebabkan Fasilitas Pendidikan Lingga Minim

513
Pesona Indonesia
Bupati Lingga Alias Wello mendatangi ruang kantin yang dijadikan kelas menampung siswa SD 01 Lingga. foto: hasbi/batampos
Bupati Lingga Alias Wello mendatangi ruang kantin yang dijadikan kelas menampung siswa SD 01 Lingga. foto: hasbi/batampos

batampos.co.id – Ketua Komisi III DPRD Lingga, Nordin menilai kinerja Dinas Pendidikan (Disdik) Lingga masih belum berpihak pada pendidikan. Pasalnya, hingga saat ini belum ada satupun usulan dinas terkait kepada pemerintah pusat mengenai minimnya fasilitas maupun sarana pendidikan di Lingga. Hal tersebut sangat disayangkan Nordin usai mengunjungi Kementerian Pendidikan di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dari hasil pertemuan, dikatakan Nordin, Kementerian Pendidikan belum sama sekali menerima usulan perbaikan ataupun penambahan sarana prasarana pendidikan di Bunda Tanah Melayu. Akibatnya, bantuan pusat dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tidak pernah sampai ke Lingga. Selama ini terang Nordin, dinas terkait hanya terpaku menghabiskan APBD Lingga yang kecil.

“Setelah kami konsultasi, ternyata kelemahan dari daerah tidak pernah mengusulkan. Padahal, di pusat banyak sekali bantuan. Kami minta dinas lebih proaktif membuat usulan ke pusat dan melaporkan kekurangan sarana prasarana yang ada,” jelas Nordin, Kamis (6/10).

Dilapangan, terang Nordin, seperti di salah satu desa di Pulau Singkep, masih ada SMP yang tidak memiliki bangunan dan ruang belajar. Para siswa, terangnya, harus belajar di Balai Desa yang terbatas. Sementara di pesisir wilayah Sambau, Kecamatan Lingga Utara, karena tak ada bangunan sekolah para murid sempat belajar dibangunan reot milik warga.

Diakui Nordin, sejak 3 tahun terakhir keuangan daerah mengalami defisit cukup parah. Kecilnya APBD, kata Nordin, sangat tidak mungkin untuk bisa membenahi seluruh fasilitas pendidikan yang ada dan tersebar di wilayah kepulauan Lingga. Namun, jika dinas terkait lebih aktif dalam mengusulkan ke pusat, peluang sangat besar untuk dapat menyerap bantuan DAK.

“Kami akan dampingi jika memang dinas proaktif mengusulkan. Disana (kementerian) ada program tingkat SD maupun SMP secara nasional. Kalau berharap pembangunan dari APBD Lingga yang sedikit, tidak mungkin terpenuhi. Untuk itu, harus bijaksana mencari peluang dari pusat dengan memasukkan usulan,” tukasnya.

“Selama ini, Disdik Lingga tidak pernah mengusulkan perbaikan sarana pendidikan ke pusat. Apakah mentok saja dengan minimnya APBD yang ada? Tujuan kami ke Jakarta memohon agar pemerintah pusat memperhatikan pendidikan di Lingga. Data Dabodik memang sudah masuk, cuma kalau tidak diperkuat dengan usulan tidak akan dapat,” sambungnya.

Selain pembangunan ruang kelas dan sarana pendidikan lainnya, kata Nordin, daerah boleh meminta bantuan pembangunan laboratorium ataupun perpustakaan.

“Labor, perpustakan juga bisa di usulkan. Sampai saat ini belum ada usulan dari Lingga. Peluang masih banyak. Kami mintak dinas proaktif mengusulkan pembangunan dan rehab kepada kementerian pendidikan,” pungkasnya.

Selain sarana pendidikan di wilayah pesisir, di Daik, pusat Ibukota kabupaten Lingga sendiri masih terdapat kekurangan ruang kelas. Salah satunya di SDN 01 Daik Lingga yang kekurangan empat ruang kelas. Hingga kini belum ada upaya dinas terkait membenahi minimnya fasilitas untuk menyiapkan generasi terdidik Lingga yang lebih baik. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar