Dua Pembobol Toko Handpone Diringkus Polisi, Satu Masih Remaja Belia

1151
Pesona Indonesia
Kasatreskrim AKP Andri Kurniawan memperlihatkan Mecsalri dan Rahmat dua tersangka pencurian di Mapolres Tanjungpinang, Kamis (6/10). Foto:Yusnadi/Batam Pos
Kasatreskrim AKP Andri Kurniawan memperlihatkan Me dan RA dua tersangka pencurian di Mapolres Tanjungpinang, Kamis (6/10). Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Jajaran Satreskrim Polres Tanjungpinang, meringkus RE (16) dan Me (18), dua pelaku pembobol toko handpone yang terletak di Jalan Raja Haji Fisabillah, Kecamatan Tanjungpinang Timur, pada, Kamis (29/9) lalu. Dari tangannya petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti hasil kejahatannya.

Penangkapan terhadap kedua pelaku, dilakukan polisi setelah menerima laporan oleh korban atas nama Triyani ke Polres Tanjungpinang. Pencurian tersebut pun diketahui korban ketika tiba di toko dan melihat pintu ruko dalam keadaan terbuka.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko bintoro, melalui Kasat Reskrim AKP Andri Kurniawan, mengatakan pelaku yang ditangkap pertama kali yakni Me. Ia ditangkap di jalan samping RSUP Kepri. Dari Me, pihaknya yang melakukan pengembangan kemudian berhasil meringkus RE dikediamannya di Perumahan Indonusa.

”RE ini sebelumnya sudah pernah dilakukan penangkapan. Namun, karena waktu itu dia masih dibawah umur jadinya dilakukan diversi. Tapi ini dia mengulangi lagi perbuatannya,” ujar Andri, didampingi Kasubbag Humas AKP S Zalukhu, saat ekspose di kantornya, Kamis (6/10).

Diceritakan Andri, kedua pelaku itu, sebelum melakukan pencurian, mereka menggambar toko yang menjadi target operasinya untuk mengetahui jam buka tutup tokonya.

”Yang melapor baru satu korban ini aja. Tapi pengakuan mereka pernah melakukan aksi di beberapa toko rokok. Namun, korbannya belum melapor,” kata Andri.

Dari tangan pelaku, jelas Andri, pihaknya berhasil menyita barang bukti hasil kejahatan dan juga alat yang digunakan untuk membobol toko handpone tersebut.

“BB yang kami sita yakni 12 unit handpone Oppo, satu unit handpone LG P705, satu unit handpone nokia, satu unit laptop merek Lenovo, satu mouse merek Banda, satu pengecas batere laptop, satu unit kipas laptop. Sedangkan alat yang digunakan yakni gunting besi dan satu unit sepeda motor,” jelas Andri.

Akibat perbuatannya, terang Andri, kedua pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dan terancam tujuh tahun penjara.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar