Empat Siswa SMKN I Batam Raih Medali Emas dan Perak

547
Pesona Indonesia
World Skill Asean 2016. Foto: www.molisa.gov.vn
World Skill Asean 2016. Foto: www.molisa.gov.vn

batampos.co.id – Sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) I Batam kembali menorehkan prestasi di level internasional.

Empat siswa yang dikirim untuk mengikuti Asean Skill Competition atau World Skill Asean 2016 di Kuala Lumpur, Malaysia pada tanggal 19- 29 September 2016 lalu berhasil meraih medali emas dan perak.

Empat siswa tersebut adalah Junito Suroto dan Dhio Fadly yang membawai bidang CNC Maintenance meraih medali perak. Kemudian Ahmad Ramadani dan Dody Adriansyah bidang Industrial Automation yang meraih medali emas.

Dua medali yang diraih empat siswa SMKN I itu, juga memberikan kontribusi yang lebih untuk Indonesia secara umum, sebab membawa Indonesia pada urutan kedua sebagai juara umum pada kompetisi tersebut setelah tuan rumah Malaysia.

“Secara umum untuk Indonesia masuk juara II, dengan perincian medali yang didapat; 13 emas, dua perak, tujuh perunggu, 14 medalian of excellent,” kata Junaidi, waka humas SMKN I Batam, Kamis (6/10/2016).

Indonesia pada kompetisi tersebut, total mengirim 42 siswa dengan 21 bidang kompetisi termasuk CNC Maintenance dan Industrial Automation yang dibawakan empat siswa kita ini.

Mereka yang dikirim mewakili nama negara itu merupakan siswa-siswa terbaik dari seluruh sekolah se Indonesia yang telah lolos mengikuti seleksi tingkat daerah dan nasional.

“Ini kompetisi rutin perdua tahun dan sebelum mengikuti kompetisi siswa-siswa yang dikirim ini sudah mengikuti training center (TC) selama tujuh bulan,” tutur Junaidi.

Untuk empat siswa SMKN I itu TC dilakukan di dua tempat yang berbeda. Bidang CNC Maintenance TC dilakukan di SMKN I Batam sementara Industrial automation dilakukan di TC Ceves, Bekasi.

Kepala Sekolah SMKN I Batam Lea Lindrawijaya mengatakan, dengan adanya pretasi baru tersebut, SMKN I Batam tertekad akan terus melakukan yang terbaik agar kompetisi-kompetisi selanjutnya juga bisa terus bersaing baik tingkat nasional maupun internasional.

“Setiap tahun kami rutin mengirimkan siswa ke berbagai ajang kompetisi. Itu karena memang siswa kami selalu siap. Kami akan terus memperbaiki agar semakin bagus kedepannya,” kata Lea.

Bahkan untuk kompetisi serupa pada dua tahun mendatang yang akan diadakan di Thailand, Lea bertekad siswanya akan kembali ikut dan akan memboyong medali emas sebanyak-banyaknya.

“Bidang perlombaan akan ditambah lagi. Kalau kali inikan hanya CNC Maintenance dan Industrial Automation, kedepannya akan ditambah lagi,” ujar Lea.

Sementara itu empat siswa yang baru saja mengharumkan nama bangsa itu saat ditemui di sekolah, kemarin pagi, mereka tampak ceriah. Mereka cukup berbangga hati sebab kompetisi dua tahunan itu berhasil dilalui dengan baik dengan hasil yang cukup memuaskan.

“Ada sepuluh negara dengan ratusan peserta yang ikut. Persaingan cukup ketat dan alhamdulilah kami bisa membawa pulang medali emas dan perak ini. Ini suatu kebanggan buat kami karena mewakili nama Indonesia,” kata Junito, perwakilan dari empat siswa tersebut.

Kompetisi tersebut dikaui Junito dan kawan-kawannya memang cukup berat. Sebab hampis semua sekolah dari sepuluh negara yang hadir mengirimkan tim terbaik mereka. “Kesalahan sedikit saja bisa fatal, karena semua peserta nyaris sempurna semuanya. Makanya kami betul-betul fokus saat perlombaan itu berlangsung,” kata Junito.

Untuk bidang CNC Maintenance materi yang dibawakan kata Junito adalah perakitan dan perbaikan mesin CNC  sementara Industrial Otomation dalam hal merakit automation production line (APL).

“Bidang CNC sebenarnya bisa dapat medali emas. Sedikit saja kekurangan kami yakni merosotnya modul ke tiga makanya turun nilai kami,” tuturnya.

Kekurangan itu diakui Junito akan menjadi pelajaran berharga bagi tim mereka kedepannya agar lebih teliiti lagi.

“Lagian CNC ini perdana kami ikut makanya belum bisa sempurna. Kalau Industrial Automation sudah sering dan langganan medali makanya sempurna saat kompetisi itu,” ujar Junito.

Untuk kompetisi tersebut, SMKN I sudah rutin ikut sejak tahun 2010 lalu khusus dalam bisang Industrial Automation. (eja)

Respon Anda?

komentar